Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pelaku Pembacokan di Sukolilo Pati Akhirnya Ditangkap

Pelaku Pembacokan di Sukolilo Pati Akhirnya Ditangkap
PJ diringkus pihak kepolisian Polresta Pati. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Pati – Pelaku pembacokan pada NA dan S di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati akhirnya ditangkap. Diketahui pelaku adalah PJ (33), warga setempat.

PJ berhasil diringkus Senin (20/3/2023) usai menjadi buronan selama enam bulan lamanya. Ada pun korban adalah istri dan mertuanya sendiri.

Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan menjelaskan, insiden itu terjadi 23 September 2022 lalu. Saat itu, pelaku tiba-tiba menyiram istrinya, NA dengan bensin.

Baca: Jam Kerja ASN Pati Dipangkas Selama Ramadan

NA yang saat itu tertidur terkejut dan terbangun. Beruntung, aksi itu diketahui S, ibu mertua pelaku. S pun mendorong pelaku saat hendak menyalakan korek api.

’’Mau membakar dia. Untungnya tidak terjadi karena ketahuan ibu mertuanya. Kalau sampai terjadi mungkin korban sudah meninggal,’’ kata AKP Sahlan kepada Murianews, Kamis (23/3/2023).

Tahu rencananya gagal, PJ kemudian membacok kepala istrinya. Ibu mertuanya pun juga kena sasaran pembacokan, namun berhasil ditangkis dan mengenai tangannya.

’’Ibu mertuanya kena bacok sampai tangannya robek dan harus diobati di rumah sakit di Solo,’’ ungkap Sahlan.

Baca: 16 Atlet CAT Pati Sabet Medali Panahan di Popda

Setelah melancarkan aksinya, PJ melarikan diri. Menurut Sahlan, pelaku kabur ke Kalimantan Selatan sambil membawa dua anaknya yang masih kecil.

PJ akhirnya ditangkap Unit Reskrim Polsek Sukolilo dan Resmob Polresta Pati, Senin (20/3/2023) petang di Kayen, Pati.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan, motif pelaku melakukan penganiayaan karena sakit hati digugat cerai.

Saat ini pelaku sudah ditahan di Rutan Polresta Pati. Dia dijerat pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

 

Editor: Zulkifli Fahmi

 

Ruangan komen telah ditutup.