Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Karanganyar Kota Dikepung Genangan Air Hingga Viral di Medsos, Ini Kata Bupati

Genangan air menutup ruas jalan di depan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar pada Selasa (14/3/2023) petang. (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

Murianews, Karanganyar – Hujan deras selama beberapa jam pada Selasa (14/3/2023) petang membuat Karanganyar Kota dikepung genangan air hingga 50 sentimeter. Genangan tersebut pun viral setelah diunggah banyak warganet ke media sosial.

Beberapa warganet mempertanyakan sistem drainase di Karanganyar Kota tersebut. Pasalnya, genangan tersebut cukup tinggi hingga membuat aktivitas warga terganggu.

Dalam sejumlah video yang beredar di medsos, genangan air menutup ruas Jl. Lawu dari simpang tiga Hotel Tamansari hingga kawasan Alun-alun Karanganyar.

Baca:Tak Ada Saluran Air, Genangan Air di Kecamatan Dukuhseti Pati Makin Tinggi

Selain itu genangan parah juga terjadi di depan jalan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar. Ketinggian genangan air ini mencapai 50 sentimeter.

Bupati Karanganyar Juliyatmono, angkat bicara terkait hujan deras hingga membuat wilayah Karanganyar kota dikepung genangan air tersebut.

Ia pun menjelaskan, genangan air yang melanda wilayah Karanganyar kota bukan disebabkan karena buruknya sistem drainase. Namun karena belum ditutupnya pintu air Jetu saat hujan deras melanda wilayah Karanganyar tersebut.

”Saya langsung cek itu sore-sore. Keliling. Ternyata pintu air Jetu lupa ditutup. Jadi air membludak sampai bikin genangan di mana-mana,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Rabu (15/3/2022).

Baca: Perbaikan Jalan Rusak Akibat Banjir di Karanganyar Butuh Rp 90 M

Bupati melihat kondisi aliran air dari Pintu Jetu yang membeludak. Hingga, Bupati memerintahkan langsung petugas Pengairan dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) untuk menutup pintu air Jetu. Menurut Bupati, pintu air Jetu lupa ditutup setelah sebelumnya dibuka petugas untuk mengairi lahan pertanian.

”Beberapa hari itu kan tidak hujan. Jadi pintu air dibuka untuk mengairi sawah. Tapi kemarin hujan deras, pintu air itu belum ditutup. Sehingga ya itu ke mana-mana,” katanya.

Setelah ditangani dengan penutupan pintu air Jetu, Bupati mengatakan kondisi genangan air berangsung-angsur surut. Bupati pun telah meminta DPUPR kembali mengecek drainase mana saja yang kondisinya tersumbat. Dengan harapan kasus genangan air tidak lagi terjadi di Karanganyar.

Ruangan komen telah ditutup.