Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Banjir Berangsur Surut, 17 Desa di Pati Masih Tergenang

Banjir Berangsur Surut 17 Desa di Pati Masih Tergenang

Banjir di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, masih tinggi. (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah berangsur surut. Saat ini tercatat tinggal 17 desa yang masih berjibaku dengan banjir akibat luapan Sungai Silugonggo.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan belasan desa ini tersebut tersebar di enam kecamatan. Yakni Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Juwana, Pati Kota dan Jakenan.

’’Situasi sekarang berangsur surut. Kamarin (beberapa waktu lalu) kami standby-kan perahu di Desa Jepuro (Kecamatan Juwana), saat ini sudah ditarik kembali,’’ ujar Martinus.

Sebelumnya, banjir menerjang 55 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Banjir ini terjadi sejak dua pekan yang lalu atau akhir Februari 2023.

Baca: Dandangan Kudus Dimulai, Bupati: Tahun Ini Lebih Meriah

Di Kecamatan Juwana kini tinggal Desa Doropayung yang masih tergenang banjir. Wilayah itu tergenang banjir dengan kedalaman sekitar 10 cm hingga 50 cm.

Sementara di Kecamatan Pati Kota, banjir masih menggenangi Desa Gajahmati dan Mustokoharjo. Ketinggian air antara 5 cm hingga 65 cm.

Begitu juga dengan Kecamatan Jakenan. Kini, tinggal tiga desa yaitu Desa Ngastorejo, Karangrowo dan Kedungmulyo dengan ketinggian 5 cm hingga 80 cm.

’’Juga masih ada genangan di Desa Kasiyan (Kecamatan Sukolilo). Kami sudah turunkan bantuan logistik dengan jumlah yang cukup banyak sekitar 350 paket sembako,’’ ucap dia.

Mulai surutnya banjir di sejumlah kecamatan ini disebabkan intensitas hujan yang menurun sejak sepekan terakhir. Hal ini membuat debit air Sungai Silugonggo berkurang sehingga air banjir mengalir ke sungai yang bermuara di Kecamatan Juwana ini.

 

Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.