Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

BPOM Gerebek Produsen Obat Tradisional Campuran Bahan Kimia

BPOM Gerebek Produsen Obat Tradisional Campuran Bahan Kimia

Kepala BPOM Penny Lukito. (Intagram/@pennyklukito)

Murianews, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menggerebek produsen obat tradisional di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Diduga, pembuatan obat tersebut tidak mengantongi izin operasional dan bahan yang digunakan mengandung campuran kimia.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan, obat tradisional ini mengandung bahan kimia obat, seperti paracetamol, penny betasol, dexamethasone, dan bahan-bahan kimia lain, yang biasa digunakan dengan indikasi nyeri, linu, hingga gejala demam.

Karena itu, siapa pun yang meminum obat tradisional tersebut akan merasa lebih enak lantaran kandungan obat kimia di dalamnya.

Baca: Terkena Cacar Air? Coba Atasi dengan Obat Tradisional Ini

”Di dalamnya ada obat yang seharusnya tidak boleh. Jamu, obat berbahan alam, itu tidak boleh ada berbahan kimia. Obat berbahan kimia boleh kita konsumsi kalau ada aturan dosisnya, lamanya dikonsumsi, dan lainnya,” terang Penny mengutip Detik.com, Senin (13/3/2023).

Dia juga mengatakan, konsumsi bahan kimia apabila tidak dilakukan sesuai dengan dosisnya, maka akan berakibat fatal pada organ tubuh. Sehingga dampaknya pun akan sangat merugikan orang yang mengonsumsi.

”Karena kalau tidak dilakukan pemberian sesuai dosis dan jangka waktu kan efeknya pasti ke organ tubuh kita,” ucap Penny.

Pihaknya juga mengungkapkan, izin edar dari pabrik obat tradisional tersebut sudah lama dicabut. Namun setelah ditarik, mereka pindah ke fasilitas ilegal yang tak diawasi oleh BPOM dan tetap memproduksi obat tradisional tersebut.

Baca: BPOM Luncurkan Rumah Promosi Online untuk Obat Tradisional

”Pernah juga ditindak oleh Badan POM dan penegak hukum untuk proses pidana, sudah sampai P21, ternyata mereka masih berani untuk berpindah ke fasilitas-fasilitas ilegal dan tidak hygenik, tapi produknya bisa jadi ada kerja sama tentunya, mungkin. Saya tidak tahu, tapi tentunya ini akan ditindak lebih jauh lagi,” imbuhnya.

Ruangan komen telah ditutup.