Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Prosedur dan Efek Samping Transplantasi Rambut yang Perlu Diketahui

Ini Prosedur dan Efek Samping Transplantasi Rambut yang Perlu Diketahui

Foto: Ilustrasi Transplantasi rambut (fusehairdelhi1 dari Pixabay)

Murianews, Kudus – Masalah kebotakan rambut banyak dialami para pria. Tidak hanya orang yang sudah berusia tua saja tetapi banyak anak muda yang sudah mengalaminya.

Kebotakan terkadang bisa menjadi hal yang memalukan bagi sebagian pria. Pasalnya, kondisi kepala botak dirasa sangat mengganggu penampilan.

Oleh sebab itu, tak sedikit yang melakukan upaya untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah dengan transplantasi rambut.

Baca juga: Pria Cepat Botak akibat Sering Mengenakan Topi, Mitos atau Fakta? Ini Jawabannya

Barangkali masih banyak yang belum paham dengan prosedur ini. Lantas, seperti apakah prosedur transplantasi rambut?

Melansir dari Halodoc, Jumat (10/3/2023), transplantasi rambut adalah prosedur yang dilakukan dengan memindahkan rambut ke area kulit kepala yang botak atau menipis. Prosedur ini dipilih sebagai metode terakhir ketika perawatan lain tak membuahkan hasil.

Transplantasi rambut juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi kerontokan rambut yang terjadi secara permanen. Metode ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang terhadap estetika penampilan.

Prosedur dilakukan oleh dokter spesialis kulit atau atau ahli bedah plastik spesialis rekonstruksi. Salah satu caranya dengan mengambil cangkok, atau potongan kecil kulit, dari area tubuh yang memiliki sel rambut yang sehat.

Berbagai Prosedur Transplantasi Rambut

Prosedur transplantasi rambut memiliki beberapa cara, yakni okulasi, pengurangan kulit kepala, operasi lipatan, dan ekspansi jaringan. Ini penjelasan dari masing-masing prosedur:

1. Okulasi (cangkok)

Okulasi adalah metode transplantasi rambut yang paling umum dilakukan. Caranya dengan memotong potongan kecil dari kulit kepala yang mengandung sel rambut sehat. Kemudian, potongan ini akan ditempelkan pada bagian kulit kepala yang mengalami kebotakan.

Cangkok bisa memakan waktu selama beberapa jam. Sebelum prosedur, dokter terlebih dulu mengoleskan krim anestesi untuk memberikan efek kebas di kulit kepala. Proses penyembuhannya akan tergantung pada masing-masing pasien, umumnya selama beberapa bulan.

2. Prosedur pengurangan kulit kepala

Selama prosedur, dokter akan mengangkat sebagian kecil kulit kepala yang botak. Kemudian menarik kulit yang mengandung rambut ke area botak dan menjahit untuk menyatukannya.

Pengurangan kulit adalah prosedur yang efektif mengatasi area botak di bagian atas dan belakang kepala. Untuk hasil yang maksimal, prosedur bisa dikombinasikan dengan implan rambut.

3. Operasi flap

Operasi ini direkomendasikan untuk seseorang dengan area kebotakan yang luas di bagian depan kulit kepala. Prosedur dilakukan dalam beberapa fase selama beberapa minggu.

Operasi ini dilakukan dengan mengangkat kulit kepala dari permukaan, tapi tidak melepaskannya. Kemudian, mentransplantasikannya ke area lain dan menjahitnya agar tidak terlepas.

4. Ekspansi jaringan

Prosedur ekspansi atau perluasan jaringan dilakukan pada orang yang mengalami kebotakan atau cacat pada kulit kepala akibat luka bakar. Prosedurnya membutuhkan anestesi umum dan melibatkan beberapa langkah.

Pertama, dokter akan memasukkan implan seperti balon (tissue expander) di bawah kulit kepala, tempat rambut masih tersisa. Selama beberapa minggu, tissue expander dipompa secara bertahap untuk meregangkan kulit. Kemudian, kulit tersebut akan digunakan untuk menutupi area yang botak.

Pemulihan dan Risiko Efek Samping Prosedur

Biasanya, pasien sudah bisa melakukan aktivitas kembali tiga hari setelah menjalani transplantasi rambut. Namun, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat dan olahraga di bulan pertama pasca prosedur.

Begini tahap proses pemulihan pada pasien:

1. Hari ke 2 hingga 5. Sudah bisa melepas perban, tetapi tidak boleh menyentuh cangkokan.

2. Hari ke 6. Sudah bisa keramas dan membasuhnya dengan lembut.

3. Hari ke 10 hingga 14. Jahitan yang tidak dapat menyatu dengan kulit biasanya sudah bisa dilepas.

4. Setelah beberapa minggu. Rambut yang ditransplantasikan akan rontok dan mulai tumbuh kembali.

5. Setelah 6 bulan. Mulai muncul rambut-rambut baru.

6. Setelah 12 hingga 18 bulan. Hasilnya sudah terlihat jelas.

Risiko efek samping biasanya muncul selama proses pemulihan berlangsung. Adapun hal yang mungkin saja terjadi, antara lain:

  • Kulit kepala kencang, pegal dan bengkak selama beberapa hari.
  • Muncul luka atau koreng di area rambut yang mendapatkan transplantasi.

Meski cenderung aman, segera periksakan diri jika efek samping di atas tak kunjung membaik. Apalagi jika disertai dengan gejala berupa perdarahan berlebihan, infeksi sampai bernanah, dan reaksi alergi kulit.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.