Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ribuan Paket Rokok Ilegal Disita Bea Cukai Kudus di Jepara

Barang bukti berupa paket berisi rokok ilegal dipertontonkan dalam jumpa pers Bea Cukai Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Bea Cukai Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil mengamankan sebanyak 1.588 paket berisi rokok ilegal yang keseluruhannya berasal dari Kabupaten Jepara. Rokok beraneka merek tersebut berhasil disita dari sebuah gudang pusat sebuah jasa pengiriman pada Senin (6/3/2023).

Kepala Bea Cukai Kabupaten Kudus Arif Setijo Noegroho mengungkapkan, setelah dilakukan pengecekan, dari ribuan paket tersebut, ada sebanyak 1.362.800 batang rokok ilegal berjenis sigaret kretek mesin (SKM).

Barang-barang tersebut kini telah diamankan tim Bea Cukai Kudus ke kantor mereka untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.

”Kami melakukan penyelidikan dan mendapati total ada sebanyak 1.588 paket yang ada di gudang pengiriman, kami masih mencoba telusuri ini,” katanya dalam jumpa pers, Rabu (8/3/2023).

Baca: Peredaran Rokok Ilegal Senilai Rp 5,3 Miliar Digagalkan Bea Cukai Jateng-DIY

Perkembangan teknologi belakangan ini, imbuhnya, memang membuat para pelaku jual beli rokok ilegal juga mengembangkan modus baru. Mereka berharap bahwa penjualan melalui online shop akan luput dari pengawasan Bea Cukai.

”Namun fakta berbicara lain. Dengan perkembangan teknologi juga Bea Cukai berhasil mencegah peredaran rokok illegal yang dilakukan melalui toko online,” sambungnya.

Arif menambahkan, nilai total perkiraan barang yang berhasil diamankan adalah sebesar Rp 1.710.314.000,00. Sementara potensi penerimaan negara yang berhasil diselamatkan adalah sebesar Rp1.172.205.606,00.

”Modus penjualan secara daring atau online ini mulai marak di tahun 2023, kami berharap peran serta masyarakat Kabupaten Kudus untuk bisa ikut melakukan dan melaporkannya kepada kami bilamana ditemukan modus serupa,” pungkasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.