Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

4.929 Warga Kudus Berebut jadi Perangkat Desa

Panitia seleksi perangkat desa melakukan penandatanganan pakta integritas. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Seleksi pengisian perangkat di 90 desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bakal digelar pada 14 Februari 2023. Seleksi ini akan diikuti 4.929 peserta.

Mereka akan memperebutkan 252 formasi perangkat desa di 90 desa. Metode seleksinya menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) dan Lembar Jawaban Komputer (LJK).

Metode tes menggunakan LJK atau CAT itu merupakan kesepakatan oleh pihak perguruan tinggi penyelenggara dengan pihak desa.

”Opsional boleh menggunakan CAT atau LJK. Kesepakatan pihak universitas dan pihak desa,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Adi Sadhono, Jumat (3/2/2023).

Adi menjelaskan, pelaksanaan tes nantinya menggandeng lima perguruan tinggi. Terdiri dari Universitas 17 Agustus, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang, dan Universitas Padjadjaran Bandung.

Baca: Perangkat Desa di Kudus Ini Patungan untuk Uruk Jalan Rusak

Khusus pelaksanaan seleksi di Universitas 17 Agustus akan digelar di Semarang, Jawa Tengah. Lokasinya di Semarang.

Sedangkan seleksi yang digandeng perguruan tinggi lainnya, pelaksanaan tes di Kabupaten Kudus. Namun, lokasinya masih dikaji. ”Materinya ada materi umum, materi khusus, dan psikologi,” katanya, Jumat (3/2/2023).

Materi umum itu meliputi kepemimpinan pengetahuan umum dan Bahasa Indonesia. Sedangkan materi khusus meliputi pengetahuan tentang pemerintah desa. Lalu ada juga psikotes.

Baca: Seleksi Perangkat Desa di Kudus, Ketua DPRD: Jangan Sampai Ditunda Lagi

Data yang dihimpun Murianews, Universitas 17 Agustus menggelar seleksi pelaksanaan untuk Desa Bacin. Sedangkan Politeknik Negeri Semarang menyelenggarakan seleksi untuk Desa Ngembalrejo.

”Kalau Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman, red) dan STIKUBANK masing-masing menggelar seleksi untuk 10 desa. Sisanya sebanyak 68 desa dilaksanakan di Unpad (Universitas Padjadjaran Bandung, red). Totalnya 90 desa,” sambungnya.

Adi melanjutkan, pihaknya tetap melakukan pengawasan selama berjalannya tes. Sehingga proses seleksi berjalan lancar.

”Nanti kami tetap melakukan monitoring. Ada tim dari kabupaten dan tim dari desa juga,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.