Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mendes PDTT Bantah Ada Usulan Jabatan Kades 9 Tahun dengan 3 Periode

Mendes PDTT Bantah Ada Usulan Jabatan Kades 9 Tahun dengan 3 Periode

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (Kompas.com)

Murianews, Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar membantah adanya isu usulan perpanjangan masa jabagan kepala desa (Kades) 9 tahun dengan 3 periode.

Menurutnya, semua usulan para kades sudah masuk ke instansinya. Dokumen yang diterimanya hanya ada 9 tahun masa jabatan dengan 2 periode.

”Enggak ada sembilan (tahun) kali tiga (periode) usulan kepala desa, enggak ada, semua sembilan (tahun) kali dua (periode),” kata Halim, mengutip kompas.com, Kamis (26/1/2023).

BacaFahri Hamzah Usul Dana Desa Ditambah, Tapi Jabatan Kades Hanya 5 Tahun

Sebagaimana diketahui, ribuan kades dan perangkat desa berunjuk rasa meminta perpanjangan masa jabatan menjadi sembilan tahun.

Sejumlah organisasi pemerintah desa meminta perpanjangan itu ditetapkan dan diperbolehkan menjabat tiga periode. Dengan demikian, seorang kades bisa menjabat selama 27 tahun.

Adapun ketentuan masa jabatan kades saat ini diatur dalam Pasal 39 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Pasal itu menyatakan bahwa masa jabatan seorang kades enam tahun dan bisa menjabat tiga periode.

Halim menuturkan, pilihan yang saat ini ada adalah masa jabatan kades diperpanjang menjadi sembilan tahun dalam dua periode. Hanya saja, kata Halim, saat ini terdapat pihak-pihak yang membangun opini negatif terkait kades.

BacaJokowi Pertegas Masa Jabatan Kades Masih 6 Tahun dengan 3 Periode

Menurutnya, mereka memprovokasi dan menggulirkan wacana masa jabatan kades sembilan tahun dan tiga periode.

”Nah itu yang saya juga menyayangkan, ngapain sih, pakai memprovokasi begitu, karena semua dokumen yang ada, yang diusulkan itu sembilan kali dua, enggak ada sembilan kali tiga,” tuturnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Ruangan komen telah ditutup.