Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bayi Dikasih Minum Kopi, Apa sih Bahayanya? Ini Penjelasannya

Bayi Dikasih Minum Kopi Apa sih Bahayanya Ini Penjelasannya

Foto: Ilustrasi (freepik.com)

Murianews, Kudus – Beberapa hari lalu sempat beredar video pendek anak bayi yang diduga dikasih minum kopi saset oleh ibunya. Di mana, kopi yang diminumkan itu sebelumnya sudah dicampur dengan susu.

Dalam video yang viral itu, ibu tersebut menegaskan jika BAB anaknya yang terkena diare bisa berkurang durasinya. Yakni, awalnya sepuluh kali menjadi sembilan kali.

Tayangan video ini tak ayal memantik reaksi dari warganet. Kebanyakan, mereka mengecam tindakan ibu tersebut yang memberi kopi pada bayinya karena bisa membahayakan kesehatan.

Baca juga: Ini Bahaya Minum Kopi Instan Berlebihan yang Penting Diketahui dan Diwaspadai

Benarkah memberikan kopi pada bayi berbahaya? Melansir dari Halodoc, Rabu (25/1/2023), bagi orang dewasa, kopi adalah salah satu jenis minuman yang bisa membuatnya menjadi lebih segar dan berenergi.

Bahkan, mengonsumsi kopi juga dinilai bisa meningkatkan daya ingat serta kemampuan kognitif orang dewasa. Namun, pengonsumsiannya juga tidak boleh berlebihan sehingga perlu diperhatikan setiap harinya.

Kopi juga tidak bisa dikonsumsi oleh semua kalangan usia, khususnya anak-anak dan bayi. Nyatanya, anak-anak dan bayi memang tidak boleh mengonsumsi kopi atau minuman lain yang mengandung kafein hingga mereka berusia 12 tahun.

Dalam video yang cukup viral tersebut, bayi diduga diberikan kopi saset oleh ibunya. Tentunya hal ini sangat berbahaya untuk kesehatannya. Selain mengandung kafein, kopi saset mengandung gula yang cukup tinggi.

Lalu apa bahayanya? Ada berbagai bahaya memberikan kopi pada bayi. Hal ini karena tubuh bayi belum mampu mengolah kafein dengan baik sehingga jumlah kafein dalam tubuh bisa memengaruhi fungsi tubuh. Kandungan kafein dalam tubuh bayi menyebabkan berbagai keluhan kesehatan, seperti:

1. Bayi menjadi gelisah.

2. Cemas.

3. Pusing atau sakit kepala.

4. Perut yang tidak nyaman.

5. Kesulitan untuk tidur.

6. Lebih rewel.

7. Peningkatan buang air kecil.

8. Detak jantung menjadi lebih cepat.

9. Risiko asam lambung.

Bayi dengan usia sangat muda lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kafein. Kafein juga dapat bertahan dalam tubuh lebih lama daripada bayi dengan usia yang lebih tua. Pada bayi dengan usia enam bulan, efek kafein dapat dirasakan selama 2,5 jam pada tubuh. Sedangkan bayi yang lebih muda, efeknya bisa bertahan selama satu hari penuh.

Sementara itu, dampak gula pada kopi saset  berisiko meningkatkan obesitas, tekanan darah tinggi, hingga gangguan kesehatan gusi dan gigi pada bayi. Untuk itu, ibu harus selalu waspada terhadap setiap asupan yang dikonsumsi oleh anak.

Bagaimana Jika Bayi Tidak Sengaja Mengonsumsi Kafein?

Kafein terdapat di dalam berbagai jenis makanan dan minuman, seperti kopi, teh, hingga cokelat. Lalu, bagaimana jika bayi atau anak tidak sengaja mengonsumsi kafein? Pastikan anak tidak terlalu banyak mengonsumsi kafein. Tidak sengaja mengonsumsi kafein dalam jumlah yang sangat kecil tidak memberikan dampak yang berkepanjangan.

Meskipun begitu, orang tua harus selalu waspada dan memperhatikan setiap kandungan makanan yang dikonsumsi oleh Si Kecil. Pastikan anak selalu mengonsumsi makanan sehat yang bisa mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara fisik maupun mental.

Selain itu, ibu yang sedang menyusui juga sebaiknya membatasi asupan kafein setiap harinya. Mengonsumsi kafein dapat memengaruhi kualitas ASI. Ibu yang mengonsumsi tiga cangkir kopi per hari memiliki kadar zat besi lebih rendah dalam ASI, daripada ibu yang tidak mengonsumsi kafein.

Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat agar kebutuhan nutrisi pada ASI bisa terpenuhi dengan baik. Ibu juga bisa menambahkan suplemen kesehatan sesuai dengan anjuran dokter agar kualitas ASI meningkat.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.