Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jembatan Apung Desa Sambung Kudus-Demak Bisa Beroperasi Februari

Jembatan apung di Desa Sambung Kudus-Demak yang tengah dibangun. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

Murianews, Kudus – Jembatan apung yang menghubungkan Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dengan Desa Sambung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak baru bisa dilewati bulan depan. Rencananya, jembatan apung yang mempercepat akses warga ini akan diresmikan pada 5 Februari 2023 mendatang.

Setelah diresmikan, barulah jembatan apung tersebut bisa dilewati. Saat ini progres pengerjaan jembatan apung tersebut sudah 90 persen lebih.

Tinggal tahap finishing dan penambahan penerangan di jembatan apung yang memiliki panjang 90 meter itu.

”Saat ini masih proses pengerjaan. Jika tidak ada halangan kami resmikan tanggal 5 Februari 2023, setelah itu baru bisa dilewati,” kata Yahya Maulana, perwakilan investor pembangun jembatan apung dari CV Trisula Japung, Rabu (25/1/2023).

Baca: Jembatan Apung Penghubung Kudus-Demak Juga Dibangun di Desa Sambung

Jembatan apung kedua yang dibangun di atas Sungai Wulan Desa Sambung Kudus-Demak ini, menghabiskan dana lebih banyak dibanding pembangunan jembatan apung di Setrowaru, Kudus.

Pasalnya, jembatan tersebut lebih panjang dan membutuhkan bahan material yang lebih banyak.”Ini lebih panjang dari sebelumnya, yang dulu 70 meter ini 90 meter. Menghabiskan sekitar Rp 500 jutaan,” ujarnya.

Baca: Ini Tarif Melintas Jembatan Apung Kudus-Demak, Pelajar Gratis

Sementara, pengelola jembatan apung Sambung, Tarno (52) mengatakan, jembatan apung tersebut akan beroperasi 24 jam nonstop. Hal tersebut otomatis akan semakin membantu masyarakat yang melakukan mobilitas ke Kudus ataupun ke Demak, dengan jarak tempuh yang semakin dekat.

Rencananya, setiap penyeberang yang melintas di jembatan apung itu, akan dikenakan biaya Rp 2 ribu. ”Biayanya sekali lewat itu Rp 2 ribu. Kalau PP ya Rp 4 ribu,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.