Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

Duh! Temuan LSD di Jateng Tembus 2.121 Kasus

Ilustrasi kulit sapi yang terserang LSD. (bbvetwates.ditjenpkh.pertanian.go.id).

Murianews, Semarang — Sebanyak 2.121 kasus Lump Skin Disease (LSD) ditemukan di Jawa Tengah. Saat ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah (Jateng) sudah mengeluarkan intruksi penanganan dan pengawasan.

Berdasarkan catatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), dari ribuan kasus tersebut, temuan kasus paling banyak berada di Kabupaten Boyolali sebanyak 652 kasus dan Kabupaten Semarang 568 kasus.

Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Provinsi Jateng Drh Haryono mengatakan, selain Kabupaten Semarang dan Boyolali, kasus LSD selanjutnya berada di Kota Semarang, yakni mencapai 226 kasus.

Baca: 552 Sapi di Sragen Terserang LSD, 6 di Antaranya Mati

”Kami sudah mengintruksikan sektor terkait di sana untuk segera melakukan penanganan dan pengawasan. Termasuk kabupaten/kota lainya agar mulai melakukan tindakan pencegahan agar tak menyebar semakin luas,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Rabu (25/1/2023).

Haryono mengatakan berbagai pencegahan tersebut dengan melakukan pengendalian sektor atau pasar hewan dan melakukan vaksinasi LSD. Pihaknya juga telah menyiapkan vaksin sebanyak 29.000 vaksin yang disebar di tiap kabupaten/kota, sesuai kebutuhan masing-masing berdasarkan temuan kasus di tiap daerah.

”Sedangkan pembatasan sektor [penutupan pasar hewan], itu menjadi tanggung jawab kabupaten/kota. Sampai saat ini, kami belum dapat informasi penutupan pasar. Teman-teman masih sebatas melakukan pengetatan pengawasan dan menggencarkan vaksinasi,” terangnya.

Haryono mengatakan penanganan pemotongan hewan bersyarat juga dilakukan, khususnya di daerah-daerah dengan temuan kasus terparah. Kendati seperti itu, pihaknya mengaku terkendala pada alokasi anggaran yang tersedia.

Baca: LSD Menyerang, Harga Sapi Betina di Sragen Anjlok

”Pemotongan bersyarat itu sebenarnya bagus, memutus rantai. Hanya, ketersediaan biaya kompensasi LSD untuk bersyarat perlu kesetersedian dan itu besar. Di provinsi saja tahun 2023 ini ada tapi sedikit. Hanya Rp8 juta per ekor, terus hanya tersedia biaya kompensasi untuk 15 ekor,” katanya.

Sekadar informasi, Penyakit LSD menyerang kulit infeksius yang disebabkan oleh virus pox dan hanya menjangkit sapi dan kerbau. Virus tersebut baru masuk ke Indonesia pada 2022 dan terakhir ditemukan di Thailand pada 2021.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.