Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

1.713 Guru Agama Swasta di Kudus Lolos Verifikasi Penerima Tunjangan

Bupati Kudus HM Hartopo saat menyerahkan bantuan TKGS pada salah satu guru di Kudus, beberapa waktu lalu. (Murianews/Diskominfo Kudus)

Murianews, Kudus – Sebanyak 1.713 guru agama swasta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, lolos verifikasi sebagai penerima Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) baru di Kudus pada tahun 2023 ini.

Masing-masing dari mereka, nantinya akan mendapat tunjangan per bulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sebesar Rp 350 ribu. Program ini berlangsung dari Januari hingga Desember 2023.

”Namun untuk pencairan di Januari ini dilakukan di Febuari. Sementara Desember nanti pencairannya akan dobel,” kata Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Setda) Kudus, Sodikan, Rabu (25/1/2023).

Untuk saat ini calon guru penerima tengah berproses untuk membuka buku rekening baru di Bank Jateng guna menyairkan tunjangan.

”Sudah muai berproses kemarin, mereka buat buku rekening terlebih dahulu baru dilakukan pencairan di bulan depan,” sambungnya.

Baca: Seleksi PPPK Pemkab Kudus, untuk Guru Sabar Dulu

Selain mencairkan TKGS untuk seribuan guru tambahan tersebut, Bagian Kesra kini juga tengah melakukan proses verifikasi untuk guru penerima TKGS yang sebelumnya telah menerima tunjangan ini.

Verifikas dilakukan untuk menentukan besaran tunjangan yang akan diterima oleh masing-masing guru. Di mana besaran nominal tersebut ditentukan berdasarkan masa kerja, jam mengajar, jumlah siswa yang ada di sekolah masing-masing.

Baca:Tahun Depan Pemkab Kudus Siapkan 70 Miliar untuk Tunjangan Guru Swasta

Selain itu, verifikasi juga dilakukan untuk melihat mana guru yang masih aktif mengajar dan sudah tidak aktif. Bila sudah tidak aktif, maka akan dicoret sebagai penerima.

”Kalau yang penerima lama kan rata-rata menerima sebesar Rp 350 ribu, Rp 400 ribu, Rp 600 ribu, hingga Rp 1 juta. Kalau yang seribuan guru tambahan ini semuanya rata menerima Rp 350 ribu,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.