Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Batal ke Pasar Ternak, Pedagang Sayur Bitingan Kudus Direlokasi ke Sini

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus Djatmiko (kanan) meninjau lokasi bakal relokasi pedagang sayur Bitingan. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Pedagang pasar sayur Bitingan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, batal direlokasi ke Pasar Ternak Gulang, Mejobo, Kudus. Alasan jarak dan higienitas menjadi alasan utama.

Sebagai gantinya, Pedagang pasar sayur Bitingan akan direlokasi ke Pasar Barang Bekas (Babe) di Desa Jati Wetan, Jati, Kudus.

Peninjauan dan sosialisasi pun kini tengah dilakukan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus ke para pedagang pasar tersebut.

”Karena ada sejumlah pertimbangan, akhirnya diputuskan sementara relokasinya ke sini (Pasar  Babe),” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus Djatmitko Muhardi, Rabu (25/1/2023).

Dia mengungkapkan, Pasar Barang Bekas dianggap lebih representatif untuk menampung sekitar 30-an pedagang dengan kendaraannya yang besar. Akses keluar masuk di kawasan pasar ini juga terpisah, sehingga tidak membuat penumpukan kendaraan.

”Pasar Babe ini juga termasuk salah satu usulan pedagang. Kami coba tampung dan ternyata memang cukup representatif ketimbang di Pasar Ternak Gulang,” sambungnya.

Baca: Pedagang Pasar Sayur Bitingan Kudus Batal Direlokasi ke Pasar Ternak

Untuk Pasar Ternak Gulang sendiri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sempat melakukan simulasi peralihan dari pasar ternak di pagi hingga sore hari ke pasar sayur di malam hingga pagi hari.

Hasilnya diakui cukup merepotkan saat membersihkan kotoran-kotoran hewan sisa pasar ternak di pagi hingga sore hari itu. Di mana pihak pembersih dalam hal ini Satpol PP Kudus mengeluarkan setidaknya enam tangki air mobil pemadam dan itu belum cukup.

”Padahal pembersihannya juga dari jam sembilan malam sampai jam dua pagi, itu saja belum beres, saat waktunya pasar ternak digelar, banyak kotoran ternak tersisa, nah ini nanti digunakan untuk komoditas sayur yang untuk dikonsumsi kan ya bagaimana,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.