Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

15 Ribu Vaksin Booster Kedua untuk Kudus Tiba

Ilustrasi: Warga mengikuti vaksiniasi Covid-19. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Stok vaksinasi Covid-19 booster kedua telah tiba di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Vaksin tersebut jenisnya Pfizer dan Indovac, yang totalnya ada 15 ribu dosis.

Dua jenis vaksin Covid-19 itu tiba pada Selasa (24/1/2023). Rinciannya Vaksin jenis Pfizer sebanyak 500 vial atau 5.000 dosis dan vaksin jenis Indovac sebanyak 1.000 vial atau 10.000 dosis.

Aniq Fuad, Sub Koordinator Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengatakan, jumlah vaksin tersebut cukup untuk satu pekan. Tentunya dengan catatan animo masyarakat yang ikut booster kedua ramai.

”Kalau peminatnya ramai, bisa untuk seminggu. Tetapi kalau peminatnya sepi ya bisa sampai Februari bulan depan,” katanya, Rabu (25/1/2023).

Aniq menambahkan, ketika vaksin Covid-19 booster kedua saat ini habis, pihaknya tidak khawatir. Sebab, DKK Kudus diperbolehkan mengusulkan lagi ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

”Kalau habis, diperbolehkan minta lagi ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” sambungnya.

Baca: Menkes Sebut Ada Kemungkinan Vaksin Booster Kedua Berbayar

Untuk saat ini pihaknya memanfaatkan dulu stok vaksin yang tersedia, dan belum berani menambah lagi sebelum vaksin tersebut disuntikkan ke masyarakat.

”Karena masa expired-nya sampai akhir Februari. Daripada mengambil langsung dengan jumlah banyak, tetapi malah nanti tidak habis,” terangnya.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk ikut serta vaksinasi Covid-19 booster kedua. Terlebih, menurutnya kekebalan tubuh dapat menurun meski sudah divaksin Covid-19 booster pertama.

”Untuk meningkatkan herd immunity. Selain itu kan kekebalan setiap vaksin bisa menurun di setiap periodenya. Harapan kami masyarakat bisa ikut vaksinasi Covid-19 booster kedua ini,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.