Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Penting Diketahui, Ini Usia Ideal Menikah dari Sisi Kesehatan Fisik dan Mental

Penting Diketahui Ini Usia Ideal Menikah dari Sisi Kesehatan Fisik dan Mental

Foto: Ilustrasi (Tú Anh dari Pixabay)

Murianews, Kudus – Angka perceraian di Indonesia selama ini masih cukup tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini.

Selain ekonomi, faktor usia pasangan suami istri juga punya pengaruh besar. Di mana, banyak di antara pasangan yang bercerai itu usianya masih sangat muda alias masih dalam usia dini ketika menikah.

Pernikahan dini memang punya dampak yang kurang bagi pasangan suami istri. Selain perceraian, pernikahan dini juga bisa memicu munculnya kasus kekerasan dalam rumah tangga, kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir hingga stunting.

Baca juga: Menikah dengan Wanita yang Berusia Lebih Tua, Ini Plus Minusnya yang Penting Diketahui

Lantas berapa usia ideal untuk menikah? Melansir dari Halodoc, Selasa (24/1/2023), pernikahan dini bisa berdampak langsung pada kesejahteraan mental. Tekanan tidak mampu menjalani tugas sebagai orang tua dan masalah keuangan, bisa menyebabkan stres, depresi, bahkan bunuh diri.

Selain itu, menikah di usia muda juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Misalnya, kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), dan perdarahan saat persalinan.

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), 25 tahun menjadi usia ideal menikah laki-laki dan 21 tahun bagi perempuan. Di usia itu, mereka sudah memiliki kesiapan fisik dan mental yang baik.

Usia Ideal Menikah Menurut Kesehatan Fisik dan Mental

Usia ideal menikah secara fisik dan mental adalah 20 sampai 25 tahun bagi perempuan dan 25 sampai 30 tahun bagi laki-laki. Di usia tersebut, baik perempuan maupun laki-laki sudah mampu berpikir secara dewasa dan matang.

Di rentang usia tersebut, perempuan dan laki-laki tak hanya matang secara fisik dan mental, tapi juga finansial. Artinya, mereka dianggap sudah mampu menghidupi diri sendiri dan tanggungan lain setelah menikah nanti.

Dampak Pernikahan di Usia Muda

Ada beberapa dampak yang berisiko dialami oleh pasangan yang menikah di usia muda. Beberapa di antaranya:

1. Gangguan psikologis

Gangguan psikologis yang rentan dialami oleh pasutri yang menikah di usia muda, yakni kecemasan, stres, dan depresi. Penyebabnya, yakni ketidaksiapan mental untuk menanggung beban dan tanggung jawab.

2. Komplikasi kehamilan

Perempuan yang melahirkan di usia muda berisiko mengalami preeklamsia atau anemia. Kondisi ini bisa berdampak pada eklamsia yang berakibat fatal. Gangguan dapat memicu kematian pada ibu dan janin.

3. Masalah ekonomi

Masalah ini disebabkan oleh laki-laki muda yang belum memiliki kesiapan mental untuk menanggung nafkah keluarga. Hal ini bisa berdampak pada munculnya lingkaran kemiskinan dalam tatanan hidup bermasyarakat.

4. Kekerasan rumah tangga

Akibat emosi yang tidak stabil, kekerasan rumah tangga bisa saja terjadi pada pasangan yang memutuskan menikah muda. Dari segi perempuan, mereka lebih rentan mengalami kekerasan seksual dari pasangan.

5. Perceraian

Perceraian menjadi dampak lainnya dari pernikahan di usia muda. Penyebabnya, yakni emosi yang tidak stabil. Kondisi ini memicu munculnya karakter egois dari masing-masing pihak, sehingga tidak ada yang menjadi problem solver.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.