Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bolehkan Memberikan Air Tajin untuk Pengganti ASI? Ini Penjelasannya

Bolehkan Memberikan Air Tajin untuk Pengganti ASI Ini Penjelasannya

Foto: Ilustrasi air tajin (freepik.com)

Murianews, Kudus – Menyusui bayi bagi seorang ibu bukan sebuah tugas yang mudah. Pasalnya, banyak tantangan dan juga sejumlah masalah yang muncul saat menyusui ini, baik dialami sang ibu maupun si buah hati.

Bagi yang baru memiliki anak pertama, menyusui butuh kesabaran luar biasa. Bahkan, ada yang gugup ketika harus menyusui anaknya untuk pertama kali.

Untuk itu, penting sekali bagi calon ibu mengetahui infomasi seputar menyusui pada bayi baru lahir. Dengan demikian, nantinya tidak akan binggung ketika harus menjalankan tugas mulia ini.

Baca juga: Ibu Menyusui Makan Mie Instan Boleh Apa Tidak? Ini Penjelasannya

Menyusui bayi dengan ASI atau air susu ibu sangat ditekankan agar dilakukan. Bahkan, ketika masih dalam masa kehamilan, seorang calon ibu sudah diingatkan akan pentingnya pemberian ASI ini.

Bahkan, dengan begitu penting dan banyaknya manfaat ASI, pemerintah mengeluarkan peraturan tentang ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2012.

Dalam peraturan tersebut mendapatkan ASI setiap harinya merupakan hak seorang bayi. Anda tak perlu khawatir bayi akan kekurangan gizi hanya karena mendapatkan ASI setiap harinya tanpa nutrisi lain.

Meski demikian, dalam pemberian ASI ini terkadang juga ada kendala yang dialami seorang ibu. Di mana, ada ibu yang terpaksa tidak bisa memberikan ASI dengan maksimal karena berbagai alasan.

Sebagai solusi, bayi diberikan minum susu formula. Namun, banyak bayi yang ternyata tidak cocok dikasih susu formula.

Selain itu, air tajin juga jadi alternatif bagi yang tidak mau minum ASI dan susu formula. Air tajin mudah dibikin dan tidak perlu banyak buang uang dibandingkan harus belu susu formula.

Melansir dari Hellosehat, Selasa (24/1/2023), air tajin yang dipakai untuk pengganti ASI sudah menjadi salah satu kebiasaan masyarakat di Indonesia. Air ini dianggap lebih baik daripada susu formula dalam membantu ibu menyusui, terutama bila produksi ASI tidak lancar.

Membuat air tajin memang mudah dan sangat murah. Namun, apakah aman menggunakan air tajin sebagai pengganti ASI?

Air tajin adalah cairan agak kental yang terdapat pada permukaan nasi saat dimasak. Beberapa orangtua menganggap air ini boleh digunakan sebagai pengganti ASI. Padahal sebenarnya, hal ini tidak dianjurkan.

Berdasarkan rekomendasi oleh organisasi kesehatan dunia, WHO, sebaiknya bayi hanya diberi ASI (ASI eksklusif) selama 6 bulan pertama kehidupannya. Ini berarti Anda tidak seharusnya memberikannya minuman atau makanan apapun di usia tersebut, bahkan air putih sekalipun.

Meski begitu, beberapa anak tertentu mungkin memerlukan asupan tambahan di usia yang lebih muda. Namun, hal ini dilakukan atas rekomendasi dari dokter.

Meskipun air tajin tidak dianjurkan sebagai pengganti ASI, tetapi cairan ini boleh saja diberikan kepada bayi sebagai makanan pendamping ASI (MPASI), yaitu di usia 6 bulan ke atas. Selain itu, air tajin boleh digunakan untuk membantu mengembalikan cairan tubuh pada bayi usia 6 bulan ke atas bila mengalami diare.

Apa efeknya bila memberikan air tajin sebagai pengganti ASI?

Melansir situs Cleveland Clinic, air tajin mengandung vitamin B, vitamin E, serat, magnesium, mangan, dan seng. Kesemua nutrisi ini sebenarnya bermanfaat untuk tubuh.

Lantas, mengapa ia tidak dianjurkan untuk menggantikan ASI? Ini karena ia dapat menimbulkan berbagai efek negatif, antara lain sebagai berikut.

1. Sulit dicerna oleh bayi

Meskipun air rebusan beras atau air tajin juga mengandung nutrisi yang berguna untuk tubuh. Namun, nutrisi tersebut cenderung lebih sulit dicerna oleh bayi.

Ini karena di usia kurang dari 6 bulan, saluran pencernaan bayi belum sempurna. Akibatnya, ia belum bisa mencerna minuman atau makanan apapun selain ASI.

Memberikan air tajin sebagai pengganti ASI tidaklah tepat. Bukannya mendukung tumbuh kembangnya, ia malah berisiko terkena penyakit.

2. Mengganggu pencernaan bayi

Memberikan asupan selain ASI bukannya bermanfaat, malah justru dapat menyebabkan penyakit pada pencernaannya, seperti diare. Penyakit diare memang terkesan biasa, tetapi diare pada bayi dapat menghambat pertumbuhan dan membuatnya menjadi kurus. Bahkan bila dibiarkan, penyakit ini dapat mengancam nyawanya.

Jadi kalaupun ingin memberikan air tajin untuk bayi, sebaiknya baru dilakukan pada saat pencernaannya sudah siap, yaitu di usia bayi 6 bulan ke atas.

3. Bayi kekurangan nutrisi

Air susu ibu (ASI) merupakan minuman yang paling ideal untuk bayi. Melansir situs Johns Hopkins Medicine, ASI memiliki kandungan gizi untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi.

Ia juga dapat memberikan senyawa antibodi yang berguna untuk kekebalan tubuh bayi. Menariknya, antibodi ini tidak bisa diberikan oleh air tajin dan susu formula sekalipun.

Bayi yang diberikan air tajin akan merasa kenyang sehingga ia malas menyusui lagi. Memang ini dapat meringankan pekerjaan ibu, tetapi bayi menjadi kekurangan asupan nutrisi penting dari ASI.

4. Mengurangi produksi ASI

Beberapa orangtua mungkin memberikan air tajin sebagai pengganti ASI karena ia merasa produksi ASI nya sedikit. Padahal, tindakan ini sebenarnya tidak tepat.

Pasalnya, semakin jarang bayi menyusu maka produksi ASI Anda justru akan semakin tidak lancar. Ini karena payudara Anda tidak terstimulasi oleh isapan bayi. Bukan dengan memberikan air tajin, melainkan tetaplah menyusui bayi sambil berupaya meningkatkan produksi ASI.

Misalnya dengan mengonsumsi makanan yang dapat melancarkan ASI, serta memijat dan memompa payudara dengan pompa ASI. Agar ASI lebih deras, memompa payudara juga bisa dilakukan dengan teknik power pumping.

5. Berisiko menyebabkan penyakit pada ibu

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, memberikan air tajin sebagai pengganti ASI dapat mengurangi frekuensi menyusui bayi. Hal ini ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan bayi, melainkan juga dapat memengaruhi kesehatan ibu.

Pada masa ASI eksklusif, Anda seharusnya rutin menyusui bayi. Pada masa tersebut, hormon pada tubuh Anda akan terus memproduksi ASI.

Namun, bila Anda tidak menyalurkan ASI ini secara rutin, cairan susu pada kelenjar payudara akan menumpuk dan menjadi basi. Payudara dapat terinfeksi bakteri sehingga menyebabkan mastitis.

Apakah ASI bisa digantikan oleh air tajin atau minuman lainnya?

Air susu ibu adalah minuman terbaik untuk bayi. Ia kaya akan kandungan nutrisi dan antibodi yang tidak bisa digantikan oleh minuman apapun termasuk air tajin.

Pemberian air tajin sebagai pengganti ASI sebaiknya tetap tidak diberikan. Bila Anda terkendala dengan produksi ASI atau kondisi-kondisi yang menghambat pemberian ASI secara optimal, Anda dapat menggantinya dengan susu formula sesuai dengan usia bayi Anda.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.