Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Axelsen Absen, Peluang Tunggal Putra Juarai Indonesia Masters Terbuka

Anthoni Sinisuka Ginting. (facebook.com/badmintonindonesia)

Murianews, Kudus – Absennya pebulutangkis Denmark Viktor Axelsen di laga Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2023 membuka peluang tunggal putra Indonesia naik podium juara. Ini lantaran Axelsen yang menjadi batu sandungan besar otomatis tersisih.

Padahal, dalam drawing yang dikeluarkan BWF, Axelsen seharusnya akan menghadapi wakil Cina Lu Guang Zu di babak pertama. Namun, melalui  Twitter-nya Axelsen menyatakan mundur dari kejuaraan.

Ia beralasan kondisi kesehatannya kurang mendukung. Padahal, lebih dari setahun belakangan, sektor tunggal putra selalu dikuasai pemain jangkung yang dijuluki monster tersebut.

Tak hanya itu, tahun lalu dua ajang beruntun Indonesia Masters dan Indonesia Open 2022 gelar juara diraih Axelsen.

”Hi everyone. I will unfortunately not be going to Indonesia next week.I had been looking forward to play in Istora in front of the amazing Indonesia badminton fans as always, but my body is not ready for another week of competition. Talk to you soon and thanks for your support. Viggo,” tulisnya.

Jika diterjemahkan, kurang lebih berbunyi: Hai semuanya. Sayangnya saya tidak akan pergi ke Indonesia minggu depan. Saya sudah tidak sabar untuk bermain di Istora di depan penggemar bulu tangkis yang luar biasa, tetapi tubuh saya belum siap untuk kompetisi seminggu lagi. Semoga bisa lekas bertemu dengan Anda segera dan terima kasih atas dukungan Anda.

Sementara itu, di sektor tunggal putra Indonesia, ada beberapa nama yang ikut serta. Yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Chico Aura Dwi Wardoyo, Shesar Hiren Rhustavito, Christian Adinata, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, dan Tommy Sugiarto.

Legenda bulutangkis Indonesia, Fung Permadi mengatakan, sektor tunggal putra punya kans lebih besar dengan absennya pebulutangkis Denmark itu. Meski demikian tunggal putra Indonesia tidak boleh lengah.

”Peluang lebih besar karena tidak ada Axelsen. Tetapi, banyak bintang muda dari Thailand dan Jepang yang harus diwaspadai,” katanya, Selasa (24/1/2023).

Di mata Fung, Axelsen secara kasat mata merupakan pebulutangkis yang bagus. Terlebih rankingnya masih berada di posisi pertama.

”Secara ranking juga di atas pemain kita,” sambungnya.

Selain itu, Axelsen memiliki keunggulan yang bagus dari tinggi badan, jangkauan, semangat bertanding, dan tekniknya.

”Antisipasinya juga bagus. Maka dari itu tunggal putra harus mampu memanfaatkan absennya Axelsen,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.