Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ledek Jokowi, Kades Sambung Grobogan: Tak Ada Maksud Menghujat

Ledek Jokowi Kades Sambung Grobogan Tak Ada Maksud Menghujat

Kades Sambung Arif Sofianto, memberikan klarifikasi soal video viral “Jokowi Tak Urusane”. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Grobogan – Setelah videonya menyebut ’’Jokowi Tak Urusane’’, Kades Sambung, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Arif Sofianto meminta maaf.

Ia mengatakan tak ada maksud untuk menghujat Presiden. Arif pun mengaku video itu bermaksud untuk guyonan bersama sesama Kades.

’’Tidak (Presiden Jokowi). Saya tidak mungkin berani menghujat Pak RI Nomer Satu (Presiden),’’ katanya.

Arif mengaku, nama Jokowi yang disebutnya bukan lah Presiden Jokowi. Namun, salah satu warga Desa Guyangan, Kecamatan Godong.

Baca: Heboh Kades di Grobogan Sebut ’’Jokowi Tak Urusane’’

’’Padahal yang saya sebut itu bukan Bapak Jokowi Presiden Indonesia, tetapi Pak Jokowi seorang RT teman baik saya. Kebetulan warganya Kades Guyangan, Godong. Video itu sudah tidak utuh dan dipotong-potong,’’ tegas Arif.

Arif, kepada awak media mengaku dalam momentum tersebut hanya bercanda sesama kepala desa. Dia mengatakan, sudah sering bercanda seperti itu dengan sesama kades.

’’Bercanda, sama Mbah Lurah Guyangan (Kepala Desa Guyangan). Karena apa, memang kami satu perjuangan. Teman, ketemu lagi dalam angkatan 2019,’’ kata Arif.

Dia pun menyampaikan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat Indonesia atas perkataan dalam video yang viral itu.

’’Maka dengan adanya video viral itu, yang membuat saya dihujat, saya minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia,’’ lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Kades Sambung Arif Sofianto menyebut “Jokowi Tak Urusane” dalam video viral di media sosial. Tampak beberapa kades lain dalam video tersebut.

Video itu diambil sebelum aksi para kades se-Indonesia di Jakarta pada pekan lalu. Yakni sebelum demonstrasi meminta masa jabatan kepala desa diperpanjang dari 6 tahun menjadi 9 tahun.

Terkait viralnya video itu, Camat Godong Bambang Haryono pun berencana memanggil para kades dalam video pada Rabu (25/1/2023) mendatang. Mereka akan dipanggil untuk permintaan maaf.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.