Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jasad Bayi Mungil Ditemukan di Irigasi Klaten, Leher Terlilit Ikatan Handuk

Ilustrasi (Pixabay)

Murianews, Klaten — Temuan jasad bayi mungil di saluran irigasi Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengegerkan warga, Senin (23/1/2023). Saat ditemukan, leher bayi berjenis kelamin laki-laki itu terlilit ikatan handuk yang digunakan untuk membungkus jasad bayi tersebut.

Jenazah bayi malang tersebut, pertama kali ditemukan seorang petani bernama Paimin (48) warga Dukuh Gesing, Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, sekitar pukul 07.30 WIB.

”Saya rencananya mau bersih-bersih di saluran irigasi. Tahu-tahu lihat ada bungkusan handuk dan terlihat menyerupai telinga dan tangan. Awalnya saya mengira boneka,” kata Paimin seperti dikutip Solopos.com.

Baca: Geger Temuan Mayat Bayi dalam Plastik di Pantai Semat Jepara, Ternyata…

Paimin kemudian memberitahukan hal itu ke petani lain serta kepala desa setempat. Setelah dicoba diangkat, ternyata handuk itu berisi sesosok bayi. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Trucuk.

Tak berapa lama personel Polsek Trucuk, Inafis Polres Klaten, serta petugas kesehatan mendatangi lokasi. Setelah dicek, bayi itu ternyata bayi laki-laki.

Paimin menjelaskan bayi itu terbungkus handuk. Tidak ditemukan ari-ari pada bayi itu. Kondisi leher bayi terlilit ikatan handuk. Handuk berwarna putih dengan tulisan berwarna biru.

”Saya kurang tahu persis tulisannya. Namun, pada bagian bawah ada tulisan telur,” kata Paimin.

Dia juga menerangkan saat ditemukan kondisi aliran air pada saluran irigasi tidak deras. Lokasi penemuan bayi itu berada di saluran irigasi jalan persawahan perbatasan antara Desa Jatipuro dengan Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk.

Lokasi penemuan berada di area persawahan yang jauh dari permukiman. Saat malam, petani mengakui kondisi sekitar lokasi sepi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.