Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Warga Kudus Diminta Kesadarannya Ikut Vaksinasi Booster Kedua

Ilustrasi: Salah seorang remaja peserta vaksin tengah disuntikkan vaskinasi di Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Masyarakat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diminta kesadarannya untuk mengikuti vaksinasi booster kedua Covid-19 di Kota Kretek, mulai Selasa (24/1/2023) besok.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus sendiri telah menyiapkan setidaknya 146 vial vaksin Pfizer dan akan mengambil lima ribu dosis vaksin tambahan lagi besok untuk jenis Indovac.

”Kalau dibilang wajib ya memang harus ya karena ini program pemerintah. Tapi bagaimanapun juga kami berharap kesadaran warga Kudus sendiri karena ini juga penting bagi diri kita sendiri,” kata Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad, Senin (23/1/2023).

Aniq mengungkapkan pihaknya telah menyebar dosis vaksin ke sejumlah fasilitas kesehatan yang melayani vaksinasi.

Mulai dari puskesmas hingga rumah sakit negeri maupun swasta yang ada di Kudus. ”Silahkan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin selagi masih di awal,” sambungnya.

Baca: Warga Kudus Bisa Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua Mulai Besok

Untuk bisa mendapat vaksinasi kedua sendiri, Aniq menyampaikan penerima vaksin haruslah sudah menerima booster pertama terlebih dahulu. Dengan jarak minimal penyuntikan selama kurang lebih enam bulan.

”Jadi kalau belum enam bulan, tunggu enam bulan dulu, tapi kalau sudah, siapapun bisa memanfaatkannya,” pungkasnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 booster kedua. Warga Kudus, Jawa Tengah sudah dapat melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 booster kedua mulai besok, Selasa (24/1/2023).

Diketahui, Kemenkes mengeluarkan surat edaran nomor HK.02.02/C/380/2023. Surat edaran tersebut berisi tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 booster kedua bagi masyarakat umum

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.