Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tradisi Menyalakan Lilin Jumbo di Kelenteng Hok Hien Kudus saat Imlek, Ini Maknanya

Tradisi Menyalakan Lilin Jumbo di Kelenteng Hok Hien Kudus saat Imlek Ini Maknanya

Foto: Prosesi menyalakan lilin jumbo di Kelenteng Hok Hien Bio, Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Menyalakan lilin berukuran jumbo menjadi salah satu tradisi bagi umat Tionghoa saat perayaan Tahun Baru Imlek. Prosesi penyalaan lilin juga dilakukan di Kelenteng Hok Hien Bio di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Kiswiyanto, Pengurus Kelenteng Hok Hien Bio, Kudus, mengatakan, lilin jumbo merupakan sumbangan dari umat Tionghoa. Biasanya mereka tergolong orang mampu secara finansial.

Lilin jumbo hasil sumbangan itu memiliki ukuran yang berbeda-beda. Bergantung pada kemampuan donatur.

Baca juga: Buah Jenis Ini Tak Boleh jadi Sesajian Imlek

Pengamatan Murianews, lilin yang dinyalakan tersebut memang pantas disebut jumbo. Pasalnya, lilin ini ada yang berukuran tinggi 2,3 meter dengan diameter 70 sampai 80 sentimeter. Lalu ada yang berukuran tanggung dengan tinggi 1,7 meter dengan diameter 30 sentimeter.

”Ada juga yang berukuran kecil dengan tinggi 1,2 meter dengan diameter 15 sentimeter,” katanya, Minggu (22/1/2023).

Kiswiyanto menjelaskan, makna penyalaan lilin untuk memberikan kehidupan bagi umat. Sehingga jalan hidupnya menjadi terang.

”Selain itu juga sebagai penerangan untuk kelenteng ini sendiri,” sambungnya.

Dia menjelaskan, siapapun boleh menyalakan lilin. Tetapi biasanya penyalaan lilin paling sering dinyalakan oleh orang yang sudah tua.

”Lilin hasil sumbangan umat itu sebenarnya boleh dinyalakan semua usia. Cuma biasanya dilakukan oleh orang yang lebih tua yang juga nyumbang lilin tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, durasi menyala tiap-tiap lilin tersebut beragam sesuai ukurannya. Untuk lilin berukuran tinggi 2,3 meter dengan diameter 70 sentimeter sampai 80 sentimeter biasanya dapat menyala hingga sepuluh bulan.

Sedangkan lilin berukuran tinggi 1,7 meter dengan diameter 30 sentimeter dapat menyala kurang lebih tiga bulan. Sementara lilin berukuran 1,2 meter dengan diameter 15 sentimeter dapat menyala selama satu bulan.

”Harapan untuk Imlek di tahun ini dapat mendatangkan banyak rezeki bagi semua umat,” imbuhnya.

 

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Dani Agus

Ruangan komen telah ditutup.