Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mendaki Puncak Gunung Sumbing Via Dusun Butuh Magelang, Suasananya Serasa di Nepal

Mendaki Puncak Gunung Sumbing Via Dusun Butuh Magelang Suasananya Serasa di Nepal

Foto: Jalur mendaki Gunung Sumbing via Dusun Butuh (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Murianews, Magelang – Ada banyak gunung di Jawa Tengah yang selama ini jadi favorit para pendaki. Salah satunya adalah Gunung Sumbing.

Gunung Sumbing merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Gunung Slamet. Gunung Sumbing memiliki ketinggian 3.371 mdpl.

Secara administratif, Gunung Sumbing berada di tiga kabupaten. Yaitu, Kabupayen Magelang, Temanggung, dan Wonosobo.

Baca juga: Mendaki Gunung Ungaran Lewat Jalur Basecamp Mawar, Pemandangan Alamnya Menawan

Selama ini, ada lima jalur pendakian menuju puncak Gunung Sumbing memiliki lima jalur pendakian. Yang paling terkenal adalah via Desa Garung, Wonosobo.

Namun, akhir-akhir ini, jalur via Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang makin jadi pilihan pendaki. Selain lebih sepi, jalur ini juga memiliki panorama menawan.

Bahkan, destinasi wisata Dusun Butuh di lereng gunung Sumbing ini mendapat julukan Nepal van Java. Hal ini karena keindahannya yang mirip dengan suasana pedesaan di negara Nepal.

Foto: Suasana Desa wisata yang dijuluki Nepal van Jawa di Kabupaten Magelang (Instagram/@nepalvanjava)

Dikutip dari laman Kemenparekraf, julukan tersebut diberikan karena letak desa wisata ini yang berada di lereng Gunung Sumbing, dan rumah-rumah penduduknya terlihat bertumpuk khas perumahan di negeri Nepal. Bahkan, saat cuaca sedang cerah kita bisa melihat langsung keindahan Gunung Sumbing yang menjadi latar belakang Dusun Butuh.

Sementara melansir dari Visitjawatengah, Sabtu (21/1/2023), jalur via Desa Butuh diklaim sebagai jalur pendakian Gunung Sumbing paling cepat. Selain itu, pendaki dapat memijakkan kaki di Puncak Sejati Gunung Sumbing. Lanskap yang ditawarkan sejak dari basecamp pun memikat hati.

Sejak di basecamp, pendaki sudah disuguhi panorama Dusun Butuh yang memikat hati. Perlu diketahui, Dusun Butuh adalah dusun tertinggi di lereng Gunung Sumbing. Di sini, rumah-rumah berderet persis di lereng Gunung Sumbing. Oleh warganet, Dusun Butuh kerap disebut sebagai Nepal-nya Jawa Tengah. Sebab, desa ini mirip seperti Namche Bazaar, desa di Nepal yang menjadi titik mula pendakian Everest.

Di balik kecantikannya, Gunung Sumbing via Dusun Butuh dikenal memiliki jalur yang menguji fisik dan mental. Butuh persiapan yang sangat matang sebelum mendaki. Baik persiapan fisik maupun perbekalan.

Pendakian Gunung Sumbing via Dusun Butuh memiliki empat pos. Trek pertama yang dilalui dari basecamp ke Pos 1 adalah jalur batu yang ditata alias makadam dan bersisian dengan ladang milik warga. Jarak yang ditempuh dari basecamp hingga Pos 1 yaitu 1,6 km dengan ketinggian sekitar 200 meter.

Di jalur ini, ada Tanjakan PHP. Kenapa disebut demikian? Sebab, setelah tanjakan pertama, masih ada tanjakan lain yang menanti hingga tiba di Pos 1. Butuh waktu 1,5 jam untuk menyelesaikan jalur ini.

Dari Pos 1 ke Pos 2, pendaki harus melewati jalur sejauh 1,3 km dengan elevasi sekitar 200 meter. Jalur ke Pos 2 didominasi tangga bebatuan dan jalur menanjak berupa akar-akar pepohonan. Di jalur ini pula, para pendaki mulai memasuki kawasan hutan pinus.

Setelah dari Pos 2, perjalanan dilanjutkan menuju Pos 3 yang berjarak sekitar 1,6 km dengan elevasi sekitar 200 meter. Berbeda dari jalur sebelumnya, jalur menuju Pos 3, lebih landai dan ‘bonus’ banyaknya aliran sungai. Keberadaan sungai tersebut sekaligus menjadi sumber mata air bagi pendaki karena masih sangat alami dan bersih. Meski demikian, pendaki wajib berhati-hati karena jalur menuju Pos 3 bersisian dengan jurang dan sempit.

Selain itu, pendaki juga harus waspada saat menyeberangi sungai. Aliran sungai yang terkadang deras, terlebih di musim hujan, dapat menutup bebatuan yang menjadi pijakan. Sesampai di Pos 3, pendaki dapat mendirikan tenda lantaran terdapat area camp yang bisa menampung hingga puluhan tenda dan mata air. Bila masih memiliki sisa tenaga, dapat melanjutkan perjalanan ke Pos 4 sejauh 1,5 km.

Perjalanan dari Pos 3 ke Pos 4 didominasi tanjakan yang cukup curam. Pendaki akan dibawa ke jalur yang berbukit-bukit. Satu bukit terlewati, masih ada bukit lagi hingga tak sadar kaki sudah berada di Pos 4. Pos 4 yang berada di ketinggian 2.983 mdpl ditandai dengan satu-satunya pohon.

Pos 4 juga menjadi area terakhir bagi pendaki untuk mendirikan tenda lantaran lahannya cukup luas serta memiliki view hamparan lautan awan. Dari Pos 4, pendaki tinggal ‘selangkah lagi’ menuju puncak Gunung Sumbing. Kali ini, jarak yang ditempuh sekitar 1,2 km dengan elevasi sekitar 388 meter.

Jalur menuju puncak Gunung Sumbing berupa trek tanah bercampur pasir. Berbeda dari trek sebelumnya, jalur yang dilalui, tegak lurus langsung menuju puncak. Di jalur inilah, baik fisik maupun mental pendaki akan sebenar-benarnya diuji. Jalur yang tegak lurus akan lebih cepat menguras tenaga. Pun dengan tanjakan yang tak henti-henti membuat semangat bisa langsung drop bila tak punya tekad kuat.

Namun, semua rasa lelah itu akan terbayar lunas bila sudah berada di puncak. Ada dua Gunung Sumbing yang dapat dinikmati bila naik dari Dusun Butuh, yaitu Puncak Sejati dan Puncak Selo Konten. Jarak antara kedua puncak ini sebenarnya sangat dekat.

Ketinggian kedua puncak Gunung Sumbing itu juga tak jauh berbeda dan sama-sama menawarkan lanskap menawan. Yang sudah pasti, kawah Gunung Sumbing berupa kawasan sabana bernama Segoro Banjaran. Juga panorama gunung di Jawa Tengah, meliputi Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, hingga Lawu.

Tambahkan lautan awan khas Gunung Sumbing atau panorama saat matahari terbit, maka momen ini akan menjadi sangat menakjubkan sepanjang hidup.

Jadi, tunggu apalagi. Segera kemari perlengkapan mendakimu, berkemas, lalu mendakilah Gunung Sumbing.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: visitjawatengah.jatengprov.go.id

Ruangan komen telah ditutup.