Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pengusaha Harap Buwas Segara Tangkap Mafia Beras

Pekerja mengemas beras dari Gudang Bulog Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Murianews, Jakarta – Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) berharap kepada Direktur Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) agar segera menangkap mafia beras.

Ketua Perpadi Sutarto Alimoeso mengatakan, apabila ada mafia yang memainkan harga Bulog, harus segara ditangkap. Selain itu, apabila masih ada mafia beras, lebih baik Bulog tidak mengeluarkan stok beras.

”Kalau harga dipermainkan ya jangan dikeluarkan berasnya, dan segera tangkap siapa yang memainkan,” ungkapnya, mengutip Detik.com, Sabtu (21/1/2023).

BacaBulog Pastikan Tidak ada Impor Beras Mulai Maret Mendatang

Ia sebelumnya mempertanyakan definisi mafia beras yang disebut beras. Sebab sepengetahuannya yang ada saat ini adalah spekulan yang membuat harga jadi tinggi.

”Kalau mafia definisinya seperti apa ya? Setahu saya spekulan yang ada,” tuturnya.

Beras Bulog yang sampai ke pedagang seharga Rp 8.300 per kilogram, sementara beras yang dijual paling mahal ke konsumen sesuai harga eceran tertinggi (HET) adalah Rp 9.450.

Sebelumnya mafia beras disebut rapat di dekat kantor Bulog. Buwas langsung memberikan informasi berkaitan oknum mafia beras itu kepada Satgas Pangan agar langsung ditelusuri dan ditindak.

BacaBuwas Sebut Ada Mafia yang Mainkan Harga Beras

”Saya buktikan semua, jadi sekali lagi tidak ada lagi monopoli merasa paling kuasa merasa paling berhak memiliki kekuatan super seolah-olah paling lama tahu persis, nggak ada begitu. Saya tahu permainan-permainan di Bulog. Saya nggak ada ragu-ragu untuk memecat yang bersangkutan,” tegasnya

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Ruangan komen telah ditutup.