Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tahun Sulit Bagi Pebulutangkis Indonesia

Yuni Kartika

Legenda bulutangkis Indonesia, Yuni Kartika.(Murianews/ Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus –  Legenda bulutangkis Indonesia, Yuni Kartika memprediksi tahun ini bakal menjadi tahun yang sulit bagi pebulutangkis Indonesia. Sebab, pebulutangkis Indonesia harus berjibaku mengumpulkan poin untuk meraih tiket Olimpiade Paris yang bakal dihelat di 2024 mendatang.

Yuni Kartika menjelaskan, perburuan tiket menuju Olimpiade Paris 2024 mendatang bakal dimulai Maret 2023 ini. Saat ini beberapa atlet sudah memulai mengikuti ajang bulutangkis di awal tahun sebagai persiapan.

“Tahun ini tahun yang susah untuk atlet karena race to Olympic sejak Maret harus rebutan poin. Saat ini sudah pada ikut turnamen sebagai persiapan on track,” katanya, Sabtu (21/1/2023).

Yuni berpendapat sulitnya mencari poin menuju Olimpiade bakal menjadi tantangan tersendiri bagi atlet. Dia memilki prediksi untuk atlet bulutangkis tanah air.

“Saya melihat ganda putra tidak ada masalah di perburuan tiket Olimpiade. Fajri (Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto, red) baru juara Malaysia Open 2023 artinya punya lembaran yang oke. Kalau Dejan dan Gloria juga sudah oke. Untuk tinggal putra masih kurang,” sambungnya.

Kemudian untuk tunggal putri, Yuni berpendapat masih perlu dimaksimalkan. Terlebih, belum ada atlet tunggal putri yang bertengger di posisi sepuluh besar peringkat dunia.

“Tetapi untuk Grego (Gregoria Mariska Tunjung, red) ada progres peningkatan performa,” sambungnya.

Yuni menambahkan, untuk atlet ganda putri yang paling memungkinkan untuk menunju ke Olimpiade Paris yakni pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Namun, saat ini Fadia sedang mengalami cedera.

“Kalau cederanya berlarut sampai lama ya tidak menguntungkan juga,” terangnya.

BACA JUGA: Praveen Jordan Comeback, Yuni Kartika Angkat Bicara

Lebih lanjut, menurut Yuni persaingan di Olimpiade juga bakal keras. Sebab, setiap atlet ingin mendapatkan hasil terbaik.

“Apalagi setiap atlet itu pasti ingin bermain di Olimpiade. Dan di Olimpiade itu kuotanya hanya delapan wakil saja. Cari poinnya susah, ketika sudah main di Olimpiade pasti tegang juga,” imbuhnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi Santoso

Ruangan komen telah ditutup.