Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kini, Lahiran di Rumah Sakit Jepara Langsung dapat Akta Kelahiran

Kini Lahiran di Rumah Sakit Jepara Langsung dapat Akta Kelahiran

Serah terima berkas kerja sama antara Disdukcapil Jepara dengan RS PKU Aisyiyah Jepara. (Murianews/Disdukcapil Jepara)

Murianews, Jepara – Bayi yang lahir di rumah sakit Kabupaten Jepara, kini bisa langsung mendapatkan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA). Itu berkat adanya layanan Bilang Bapak.

Layanan ini telah diluncurkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara sejak pekan lalu. Dengan layanan ini, orang tua tak perlu lagi repot mengurus akta kelahiran dan kartu identitas anak ke kantor Disdukcapil.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Jepara, Abdul Syukur mengatakan, layanan Bilang Bapak merupakan akronim dari Bayi Pulang Bawa Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

’’Pertama, kami kerja sama dengan RS PKU Aisyiyah Jepara,’’ kata Syukur, Sabtu (21/1/2023).

Baca: Konsumsi Elpiji 3 Kg Rumah Tangga di Jepara Dijatah 4 Tabung Sebulan

Syukur menerangkan, melalui layanan Bilang Bapak, setiap anak yang dilahirkan di rumah sakit ini otomatis akan mendapatkan akta kelahiran dan KIA. Tujuannya, untuk mempermudah akses masyarakat memperoleh dua administrasi kependudukan itu.

Jika biasanya setelah bayi lahir, kata Syukur, orang tua harus mengurus akta kelahiran dan KIA  sendiri, melalui Bilang Bapak semua sudah diurus RS dan Disdukcapil. Pada saat bayi pulang, orang tua sudah membawa kedua dokumen tersebut secara gratis.

’’Sekarang ini hampir semua urusan publik membutuhkan akta kelahiran. Akta kelahiran menjadi dasar penerbitan dokumen kependudukan yang lain setelah Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jadi semua warga harus memiliki akta kelahiran,’’ jelas Syukur.

Pihaknya menilai, potensi penerbitan akta kelahiran dan KIA di rumah sakit sangat besar. Di RS PKU Aisyiyah misalnya, setiap bulan ada sekitar 150 ibu yang melahirkan. Atau dalam setahun bisa mencapai 1.800 persalinan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.