Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Catat! Tiga Provinsi Ini Paling Banyak Kasus Dispensasi Nikah

Catat Tiga Provinsi Ini Paling Banyak Kasus Dispensasi Nikah

ilustrasi pernikahan (Murianews.com)

Murianews, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) membeberkan wilayah yang paling banyak mengajukan dispensasi nikah. Dari data yang dimiliki, ada 3 provinsi yang paling banyak, yakni di Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim), dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan KemenPPPA, Rohika Kurniadi Sari mengatakan, jumlah perkawinan di Indonesia setiap tahunnya mengalami penurunan. Namun, penurunan itu tak dapat dikatakan bahwa jumlah perkawinan anak menjadi kecil.

”Daerah terbesar dalam dispensasi kawin memang yang masih mempunyai posisi tinggi, Jabar, Jatim, dan Sulsel,” ucapnya, mengutip Detik.com, Sabtu (21/1/2023).

Baca520 Perempuan di Jepara Ajukan Nikah Dini, Ini Sebabnya

Menurutnya, faktor dominan yang mempengaruhi bahaknya dispensasi nikah ini adalah karena faktor ekonomi. Disusul kemudian terkait adat istiadat dan pendidikan.

Kendati demikian, pihaknya tidak merinci lebih lanjut terkait jumlah dispensasi kawin di tiga provinsi tersebut lantaran pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Peradilan Agama (Badilag) untuk melakukan sinergitas data.

”Paling banyak dominan adalah ekonomi karena solusi untuk ekonomi adalah mengawinkan anaknya. Kedua, orang tua sudah khawatir anaknya melakukan tindakan tidak terpuji seperti zina, itu menjadi faktor Dispensasi nikah. Orang tua sekarang kok mudah menyerah ya terhadap persoalan anak ini,” imbuhnya lagi.

Sementara Plt Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KemenPPPA), Rini Handayani mengatakan, ada sejumlah risiko kesehatan yang bisa dialami oleh anak pernikahan dini dan hamil.

BacaHari Kartini, Ganjar Senggol Isu Pernikahan Dini

Dia kemudian membeberkan seperti, 53 persen perkawinan di bawah 18 tahun mengidap mental disorder depresi 4,5 kali peluang terjadinya kehamilan risiko tinggi.

Tidak hanya itu, orang yang melakukan pernikahan dini 2 kali risiko kematian saat melahirkan, kemudian 2-5 kali berpeluang terkena preeklamsia.

Selain dari sisi kesehatan, pernikahan dini juga berpotensi mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), perceraian, hingga belum memiliki kematangan psikologis.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Ruangan komen telah ditutup.