Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jabar

Fakta Baru, 1 Korban Pembunuhan Berantai di Cianjur Ikut Membunuh Korban Lain Asal Garut

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. (Antara/Ilham Kausar)

Murianews, Solo – Fakta baru pembunuhan berantai atau serial killer di Bandargebang Kota Bekasi, Cianjur dan Garut, Jawa Barat. Satu orang korban pembunuhan di Cianjur yakni Noneng ternyata ikut membunuh salah satu korban asal Garut.

Noneng diketahui membunuh Siti, seorang TKW asal Garut, dengan cara menceburkannya ke laut di Surabaya atas perintah Wowon Erawan alias Aki. Noneng merupakan mertua Wowon di Cianjur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kasus pembunuhan berantai Cianjur dan Bekasi masih terus didalami. Ada fakta yang terungkap yakni Noneng ikut membunuh korban lain atas nama Siti.

Pembunuhan terhadap Siti bermula saat Wowon yang mengaku mampu menggandakan harta kepada Siti. Kemudian Siti menyerahkan sejumlah uang kepada Wowon.

Baca: Sekeluarga di Bekasi Korban Pembunuhan Berantai, Total 9 Orang Termasuk di Cianjur dan Garut

Namun setelah sekian lama, Wowon tak kunjung mengembalikan uang meski sudah berkali-kali ditagih. ”Siti ini menagih ‘mana hasil penggandaan uangnya?’, kemudian dibilang Wowon ‘ambilnya di Mataram,” ucap Trunoyudo dikutip dari Antara.

Karena didesak oleh Siti, Wowon meminta Noneng, ibu mertuanya dari istrinya yang bernama Wiwin, mengantarkan Siti ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

”Selain mengantarkan ke Mataram, Noneng diperintah oleh Wowon untuk membunuh Siti dengan cara mendorong Siti ke laut di Surabaya,” kata Trunoyudo.

Noneng pun melaksanakan perintah itu. Beberapa lama kemudian mayat Siti ditemukan warga lalu dikuburkan dengan layak di Garut.

Namun, Noneng dan anaknya, Wiwin yang juga istri Wowon, akhirnya dibunuh Wowon karena mengetahui serangkaian pembunuhan berantai Cianjur dan Bekasi yang dilakukan Wowon Cs.

Tersangka lain kasus pembunuhan berantai Cianjur dan Bekasi meliputi  Solihin alias Duloh (sebelumnya ditulis Dullah), dan M. Solehudin. Polisi menduga kuat terdapat satu tersangka lain yakni Dede, lelaki yang turut ditemukan keracunan bersama empat orang lainnya di rumah kontrakan di Bantagebang, Kota Bekasi, Kamis (12/1/2023).

Baca: Polda Metro: Sekeluarga Meninggal Keracunan di Bekasi Pembunuhan Berencana

Dede dan anak kecil bernama Neng Ayu (5), selamat meski sempat keracunan. Sementara, Maemunah, Ridwan Abdul Muiz, dan M. Riswandi meninggal dunia akibat diracun menggunakan racun tikus dan pestisida. Mereka adalah ibu dan dua anaknya.

Saat itu, Dede sengaja minum minuman yang telah diberi racun, tetapi hanya sedikit sehingga masih selamat. Polisi menyebut Dede bagian dari komplotan pembunuhan berantai Cianjur dan Bekasi. Dia berperan mengumpulkan dana dari korban yang bekerja sebagai TKW.

Pembunuhan di Bekasi dilakukan Wowon yang merupakan suami baru korban Maemunah.

Selain Noneng, Wiwin, Siti, serta Maemunah dan dua anaknya, terdapat korban lainnya yakni Halimah istri lain Wowon. Halimah dibunuh tersangka Solihin. Selain itu anak lelaki berusia dua tahun bernama Bayu, anak Wiwin saat menjadi istri Wowon, dan Farida, seorang TKW. Terdapat satu korban lainnya yang mayatnya belum ditemukan.

”Jadi, korban tewas (pembunuhan berantai Cianjur dan Bekasi) sementara berjumlah sembilan orang,” kata Trunoyudo.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Antara

Ruangan komen telah ditutup.