Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kelenteng di Jepara Ini Masih Simpan Ratusan Resep Obat Kuno

Kelenteng di Jepara Ini Masih Simpan Ratusan Resep Obat Kuno

Suasana Kelenteng Hian Thian Siang Tee, di Kecamatan Welahan, Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

Murianews, Jepara – Kelenteng Hian Thian Siang Tee Kabupaten Jepara disebut menjadi salah satu tempat ibadah umat Tri Dharma tertua di bumi Nusantara ini.

Kelenteng di Kecamatan Welahan itu masih menyimpan sejumlah peninggalan yang umurannya sudah sekitar 400 tahunan. Salah satunya, resep obat kuno yang mujarab.

Bahkan, Raden Ajeng (RA) Kartini pernah merasakan langsung khasiat obat-obatan tersebut. Itu terungkap dalam buku Door Duisternis tot licht yang terbit pada 2005.

Kisah itu juga dibenarkan Suwoto Bodivinyana, Sekertaris Yayasan Pusaka Kelenteng Hian Thian Siang Tee. Ia mengatakan, saat masih kecil, RA Kartini sakit keras.

Baca: Cerita R.A Kartini dan Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan Jepara

Saat itu, banyak dokter yang angkat tangan dengan penyakit RA Kartini. Kemudian RA Kartini berobat dan diberikan obat dari Kelenteng Hian Thian Siang Tee, akhirnya sembuh.

’’Soal obat, dulu RA Kartini pernah berobat ke sini dan sembuh. Itu kemudian Kartini mengaku sebagai Anak Budha,’’ pungkas Suwoto.

Dijelaskan Suwoto, ratusan resep-resep obat kuno masih tersimpan rapi di dalam rak yang diletakkan di teras Kelenteng. Tercatat ada 120 resep obat kuno dan 100 resep obat baru.

Ia mengatakan, selama ini warga sekitar masih banyak yang meminta resep obat-obat itu. Ada juga Ciamsi atau bambu ramalan nasib yang terdiri dari 49 syair.

Selain, resep obat-obatan, kelenteng tersebut juga masih menyimpan kitab berisi sutra atau syair-syair kuno setebal 500 halaman.

Kitab itu isinya syair kebijakan, petunjuk-petunjuk atau semacam firman dharma. Menurutnya, kitab itu adalah ajaran Kong Cho, leluhur tuah Hian Thian Siang Tee.

’’Sudah ada beberapa peneliti yang coba menerjemahkan kitab berbahasa Tiongkok lawas itu. Tapi sampai sekarang belum ada yang tepat,’’ kata Suwoto saat ditemui Murianews pekan lalu.

Kemudian ada juga sebilah senjata tua asli Tiongkok. Baik kitab dan senjata itu, kini disimpan dan tak sembarang orang boleh melihatnya.

’’Kami simpan di lemari besi. Tidak bisa sewaktu-waktu kita buka,’’ jelas Suwoto.

Ada juga peninggalan yang diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun. Di antaranya, patung dewa Hian Thian Siang Tee atau Dewa Obat yang merupakan tuan rumah kelenteng tersebut.

Patung itu disebut didatangkan langsung dari dataran Tiongkok. Ada juga patung Dewa Kwan Tee Kun, Khong hu cu, Dewi Kwan Im, dan Sang Budha.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.