Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tunggakan Retribusi Pedagang Pasar Kliwon Masih Rp 1 Miliar

Ilustrasi: Pasar Kliwon Kabupaten Kudus (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Tunggakan pembayaran retribusi para pedagang Pasar Kliwon di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai berkurang di awal tahun 2023 ini. Di mana pada pertengahan 2022 nilainya mencapai Rp 3 miliar, kini masih Rp 1 miliar saja.

Hal tersebut dikarenakan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mulai gencar melakukan penagihan terhadap seribuan pedagang di pasar konveksi terbesar se eks-Karisidenan Pati tersebut.

”Dari kurun waktu April sampai Januari ini sudah ada seribuan yang mau membayar usai dilakukan penagihan. Berdasar data kami masih ada sekitar 400-an pedagang yang masih menunggak, ini yang sedang kami tagih,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Albertus Harys Yunanto, Sabtu (21/1/2023).

Sejumlah cara akan dilakukan kembali untuk menagih 400-an pedagang ini. Mulai dari pemberian stiker pada kios pedagang yang menunggak hingga penarikan retribusi secara elektronik.

Mengingat dari ratusan pedagang yang menunggak itu, ada yang tercatat sudah menunggak sejak tahun 2016. Sehingga masih terus diupayakan untuk ditagih.

”Tunggakan tersebut akan menjadi kewajiban pedagang untuk diselesaikan dan tidak ada istilah penghapusan tunggakan,” tegasnya.

Baca: Mengenal Kelenteng Tertua di Kudus yang Berusia Ratusan Tahun

Harys menjelaskan, biasanya pedagang yang menunggak beralasan belum memiliki uang. Ada juga yang berpegangan pada surat hak guna bangunan (HGB) hingga tahun 2021.

”Namun penarikan sewa kios sudah efektif dilakukan tahun 2018 setelah para pedagang menandatangani surat perjanjian sewa, ini yang akan kami upayakan penagihannya,” tandasnya.

Pasar Kliwon Kudus sendiri memiliki 36 ruko, 863 kios dan 1.356 los dengan jumlah total pedagang mencapai 2.500 pedagang.

Adapun tarif sewa kios maupun ruko per meter persegi Rp 500 per meter persegi per hari, sedangkan los sebesar Rp 250 per meter persegi per hari.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.