Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Palsu Laporan Keuangan, Juventus Kehilangan 15 Poin

Juventus

Juventus dikurangi 15 poin setelah skandal pemalsuan laporan keuangan. Para petinggi mereka juga kena sanksi. (facebook.com/photo/?fbi)

Murianews, Roma – Palsu laporan keuangan, Juventus kehilangan 15 poin. Hukuman ini ditetapkan oleh Jaksa FIGC Spanyol untuk tim Turin ini. Meski demikian Juventus masih diberi kesempatan untuk banding.

Juventus dinyatakan bersalah dan melakukan pelanggaran laporan keuangan. Keputusan ini dijatuhkan setelah investigasi yang dilakukan oleh FIGC menunjukan bukti-bukti kuat.

Menurut laporan Sport.bibel, pemalsuan laporan keuangan diduga dilakukan Juventus terkait metode pembayaran yang mereka lakukan terhadap sejumlah pemain. Hal itu terjadi sepanjang musim 2020-2021, menyusul kebijakan pemotongan gaji akibat pandemic Covid-19.

Pengurangan angka hingga 15 poin, membuat Juventus kini langsung terjun bebas di posisi ke-10 Klasemen Liga Serie A Italia. Mereka kini hanya memiliki 22 poin, setelah sebelumnya berada di posisi ke-2.

BACA JUGA: Inilah Masalah yang Dihadapi Juventus

Dengan demikian, Juventus secara tiba-tiba berjarak 25 poin dari Napoli yang ada di puncak klasemen. Selama ini Juventus sebenarnya menjadi penantang gelar juara dan bersaing dengan Napoli.

Mereka berhasil merebut 24 poin dari 9 pertandingan yang mereka jalani. Terakhir mereka menelan kekalahan 1-5 dari Napoli.

Sesuai keputusan jaksa FIGC, Juventus masih memiliki kesempatan banding atas hukuman pengurangan 15 poin ini. Sehingga mereka masih mungkin bisa mendapatkan pengurangan hukuman.

Selain hukuman pengurangan poin, FIGC juga menjatuhkan hukuman untuk para petinggi Juventus saat menjabat dahulu. Mereka mendapat sanksi skorsing larangan aktif di persepakbolaan Italia.
Fabio Paratici dilarang aktif di sepak bola selama 2,5 tahun,  Andrea Agnelli , Arrivabene dilarang selama 2 tahun. Kemudian  Cherubini tidak bolah berkecimpung di sepak bola selama 16 bulan. Sedangkan Pavel Nedved, Garimberti, Vellano, Venier, Hughes, Marilungo dan Roncaglio  terkena saksi 8 bulan.

BACA JUGA: Juventus Kembali Dalam Kemelut

Menyusul menyeruaknya kasus pemalsuan dokumen keungan Juventus pada akhir tahun 2021 lalu, sejumlah petinggi klub Juventus mundur dari jabatannya. Termasuk Pavel Nedved, legenda hidup Juventus, sudah lebih dulu mengundurkan diri.

Hukuman pengurangan 15 poin ini setidaknya lebih ringan ketimbang hukuman yang pernah mereka terima dalam kasus berbeda pada beberapa tahun silam. Dalam skandal pengaturan skor atau lebih dikenal dengan Calcio Poli, Juventus bahkan terdegradasi sampai Serie C.

Kini dengan hukuman hanya pengurangan 15 poin, Juventus masih mungkin bertahan di Serie A Italia. Untuk selanjutnya tidak terlampau buruk untuk memulai usaha mereka kembali.

 

 

 

Penulis: Budi Santoso
Editor: Budi Santoso
Sumber: Sport.bible

Ruangan komen telah ditutup.