Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Cegah LSD Meluas di Jepara, Opsi Penutupan Pasar Hewan Mengemuka

Cegah LSD Meluas di Jepara Opsi Penutupan Pasar Hewan Mengemuka

Ilustrasi: Suasana Pasar Hewan di Kecamatan Bangsri, Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

Murianews, Jepara – Munculnya kasus virus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan peternak.

Opsi penutupan pasar hewan pun mengemuka. Pilihan itu disiapkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jepara guna mencegah penyebaran LSD.

Terkonfirmasinya sapi positif LSD dikhawatirkan berdampak seperti penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sebab, pada tahun lalu, PMK menyebar di hampir seluruh wilayah Kota Ukir.

Kabid Pasar pada Disperindag Kabupaten Jepara, Himawan mengatakan siap menutup pasar hewan. Seperti saat penyebaran PMK lalu. Penutupan pasar hewan didasarkan rekomendasi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jepara.

Baca: LSD Serang Jepara di Tengah PMK Kembali Ngegas

’’Sampai sekarang belum ada (rekomendasi, red) untuk menutup pasar hewan,’’ kata Himawan, Jumat (20/1/2023).

Himawan menyampaikan, para pedagang masih berjualan seperti biasanya. Hanya saja, jumlah pedagang dan hewan yang dijual saat ini masih sedikit lantaran dampak PMK.

’’Masih buka. Tapi kalau memang ada intruksi penutupan ya, akan kami tutup,’’ ujar Himawan.

Selain menunggu rekomendasi, pengelola pasar juga mendapatkan kendala saat penutupan pasar. Yaitu minimnya petugas pasar. Seperti pentupan yang pernah dilakukan saat PMK merebak, meski pasar ditutup tapi pedagang masih mencuri-curi kesempatan untuk berjualan.

Seperti ada tiga pasar hewan besar di Jepara. Yaitu Pasar Pon Bangsri, Pasar Legi Keling, dan Pasar Wage Mayong. Ketiga pasar tersebut sempat ditutup pemerintah kabupaten lantaran merebaknya PMK.

’’Kalau memang mau ditutup, tolong juga disiapkan petugasnya. Personil kami terbatas,’’ jelas Himawan.

Sampai saat ini ada lima ekor hewan ternak di Kota Ukir dinyatakan suspek LSD. Tiga diantaranya dinyatakan positif terjangkit LSD. Lima ekor hewan ternak itu tersebar di Kecamatan Kedung, Kecamatan Kembang, dan Kecamatan Batealit.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.