Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Unit Kegiatan Mahasiswa Anti Narkoba Dibentuk di UMK

Pembentukan UKM yang juga menjadi satgas antinarkoba di Universitas Muria Kudus. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Kudus – Unit kegiatan mahasiswa (UKM) anti narkoba dan sosialisasi toleransi antarumat beragama dibentuk di Universitas Muria Kudus (UMK). Mahasiswa yang tergabung dalam UKM tersebut diharapkan mampu menjadi satgas untuk menyosialisasikan bahaya narkoba.

UKM baru ini dibentuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, di Gedung J lantai V UMK, Jumat (20/1/2023).

Wakil Rektor III UMK, Dr Sugeng Slamet mengapresiasi Kesbangpol Jateng yang sudah memilih UMK sebagai tempat untuk mensosialisasikan antinarkoba. Dari UKM ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penanggulangan dan pencegahan narkoba.

”Termasuk bisa menginformasikan apabila ada hal yang dicurigai adanya penggunaan narkoba,” katanya.

Lebih lanjut, stakeholder di kampus, memang harus turut andil untuk sosialisasi anti narkoba. Apalagi, fase saat menjadi mahasiswa merupakan masa pencarian jati diri, dan pergolakan yang sering kali terjadi.

”Mahasiswa sering kali dan rawan menjadi sasaran kejahatan, salah satunya seperti narkoba ini,” ucapnya.

Baca: Mengenal Kelenteng Tertua di Kudus yang Berusia Ratusan Tahun

Sementara, Kabid Ketahanan Bangsa Kesbangpol Jateng, Pradhana Agung Nugraha menyebut, pembentukan satuan tugas pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di tingkat mahasiswa sangatlah penting. Terlebih, mahasiswa merupakan generasi muda intelektual.

”Mahasiswa itu generasi muda yang punya intelektual, dan banyak pengguna narkoba diantaranya adalah mahasiswa. Makanya kami sasar anti narkoba ke mahasiswa,” ungkapnya.

Satgas P4GN melalui UKM, sambung dia,  sebelumnya juga sudah dibentuk di tiga perguruan tinggi di Jawa Tengah. Pemprov Jateng menurutnya juga sudah melakukan berbagai upaya dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

”Kemarin kami bentuk di salah satu perguruan tinggi di Solo, Salatiga, Semarang, dan ini yang keempat di UMK. Nantinya pendidikan SMA/SMK di bawah Pemprov Jateng juga harus lewat tes urine, skrinning awal. Dan setelahnya juga akan menyasar ke universitas – universitas,” ungkapnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.