Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemkab Kudus Tunda Pembelian Mesin Rokok

Mesin pembuat rokok di KIHT Kudus (Murianews Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, menunda pembelian mesin rokok tahun ini. Itu dikarenakan Sentra Industri Hasil Rokok (SIHT) belum berdiri.

Hal tersebut merupakan keputusan dari hasil asistensi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat. Di mana pembelian alat atau mesin pelinting itu baru bisa dijalankan saat sudah ada SIHT.

”Jadi memang ternyata butuh proses panjang dan harus dilakukan secara bertahap. Pembangunan SIHT dulu baru kemudian boleh dilakukan pembelian mesin pelinting,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop UKM) Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati, Jumat (20/1/2023).

Pada tahun 2022 kemarin, pihaknya sebenarnya telah menganggarkan pembelian mesin rokok buatan Taiwan sebesar Rp 2,9 miliar. Namun dalam prosesnya, lelang tersebut tertunda karena dinas ingin lebih memastikan kelaikan dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKGN) di mesin tersebut.

Namun hingga akhir tahun, pembeliannya dibatalkan. ”Di tahun ini kami juga tidak menganggarkannya, kami akan fokus pada pembangunan SIHT dulu, baru setelahnya bisa dilakukan pembelian (mesin),” pungkasnya.

Baca: Dok! Pemkab Kudus Tetap Putuskan Beli Mesin Rokok Buatan Taiwan

Pembangunan SIHT sendiri ditarget mulai berjalan pada Mei 2023 mendatang. Atau setidaknya setelah Hari Raya Idulfitri 2023.

Saat ini sendiri, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop UKM) Kudus selaku organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggungjawab tengah melaksanakan studi kelaikan tanah.

Pembangunan SIHT, direncakan akan dibangun di tanah milik Pemkab Kudus seluas 3,7 hektare di Desa Klaling, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Anggaran sebesar Rp 39 miliar pun telah disiapkan untuk membangun 15 gudang produksi baru.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.