Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengenal Kelenteng Tertua di Kudus yang Berusia Ratusan Tahun

Kelenteng Hok Tik Bio di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Kelenteng Hok Tik Bio yang berada di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah disebut-sebut sebagai kelenteng tertua di Kota Kretek. Kelenteng ini usianya sudah mencapai 270 tahun.

Ternyata, sebelum berdiri kokoh di Tanjungkarang, kelenteng ini dulunya dibangun di Tanggulangin yang berada di kawasan Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Kuo Tjun, mantan Koordinator di Kelenteng Hok Tik Bio Kudus mengatakan, kelenteng ini merupakan kelenteng tertua di Kota Kretek. Kelenteng ini usianya lebih tua dibandingkan dengan Kelenteng Hok Hien Bio dan Kelenteng Hok Ling Bio.

Kuo Tjun yang saat ini menjadi Ketua Pembina Kelenteng Hok Hien Bio Kudus mengatakan, keberadaan Kelenteng Hok Tik Bio Kudus tak lepas dari Geger Pacinan Batavia pada 1740. Yakni tragedi pembantaian keturunan Tionghoa oleh VOC.

”Usia Kelenteng Hok Tik Bio sekitar 270 tahun. Dahulu saat ada perang babatan China di Batavia (sekarang Jakarta, red), banyak orang China dibunuh hingga harus melarikan diri ke Jawa Tengah. Saat itu melarikan diri naik satu perahu hingga sampai ke Kudus,” katanya, Jumat (20/1/2023).

Baca: Mengenal Kelenteng Hok Ling Bio yang Lokasinya Tak Jauh dari Menara Kudus

Keberadaan keturunan Tionghoa yang melarikan diri dari Batavia itu hendak mencari tempat pengungsian di Tanggulangin. Lambat laun mereka pun membangun tempat sembahyang berupa kelenteng dari kayu, yang menjadi cikal bakal Kelenteng Hok Tik Bio dari kayu.

Beberapa waktu kemudian, Kelenteng Hok Tik Bio dipindah lokasinya. Dari yang awalnya di kawasan Tanggulangin, dipindah di Desa Tanjungkarang.

”Alasan dipindah karena lokasi kelenteng yang berada di Tanggulangin terletak di pinggir sungai. Sedangkan orang China kan pekerjaannya berdagang. Sehingga membutuhkan tempat ibadah yang dekat dengan jalan raya,” imbuhnya.

Saat ini Kelenteng Hok Tik Bio masih berdiri di Desa Tanjungkarang dan aktif digunakan sebagai tempat ibadah.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.