Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Biaya Haji Diusulkan Naik Jadi Rp 69 Juta, Biro Haji: Jemaah Banyak yang Keberatan

Biaya Haji Diusulkan Naik Jadi Rp 69 Juta Biro Haji Jemaah Banyak yang Keberatan

Foto: Ilustrasi suasana Masjidil Haram (Gambar oleh Konevi dari Pixabay)

Murianews, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan kepada Komisi VIII DPR RI untuk menaikkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dari semula Rp 39,8 juta pada 2022, menjadi Rp 69 juta pada 2023 per jemaah.

Meski baru sebatas usulan, tetapi dengan nominal yang terlampau tinggi itu membuat calon jemaah merasa keberatan. Bahkan biro perjalanan haji dan umrah pun merasakan hal yang sama.

Pemilik travel Ibnu Hasan, Idrus Algadri mengatakan, memang pemerintah belum secara resmi menaikkan biaya haji tersebut. Namun setelah adanya usulan dari Kemenag itu, banyak calon jemaah yang keberatan.

Baca: Menag Yaqut Usul Biaya Haji 2023 Sebesar Rp 69 Juta Per Jemaah

”Kalau saya lihat di grup ya, calon jemaah ini banyak yang keberatan, bahkan berharap jangan sampai (naik) gitu loh,” kata Idrus, mengutip Tempo.co, Jumat (20/1/2023).

Pihaknya juga mengakui jika setiap tahun ongkos ibadah haji memang selalu mengalami kenaikan. Namun, selama ini kenaikannya masih dalam batas yang wajar. Sementara tahun 2023 ini, usulan kenaikannya mencapai dua kali lipat ini baru terjadi.

Baca: Ini Alasan Menag Yaqut Menaikkan Biaya Haji 2023 Sebesar Rp 69 Juta Per Jemaah

”Jemaah sebenarnya sih nggak terlalu kaget (adanya kenaikan), cuma kalau sampai setengahnya itu ya kaget lah ya,” kata Idrus.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Tempo.co

Ruangan komen telah ditutup.