Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kemenkes tetapkan KLB Penyakit Campak

Kemenkes tetapkan KLB Penyakit Campak

Ilustrasi penyakit Campak (Freepik)

Murianews, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyakit campak. Hal ini menyusul adanya warga 31 Provinsi yang sudah terserang oleh penyakit tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, jumlah kejadiannya sampai dengan Desember 2022 dilaporkan dari 31 provinsi. Pasiennya hampir di semua umur.

”Kasus campak yang dilaporkan dari daerah kepada Kemenkes berjumlah 3.341 kasus di 223 kabupaten/kota,” terangnya, mengutip Antara, Jumat (20/1/2023).

Kemenkes mengimbau agar masyarakat mewaspadai penyakit tersebut dengan memahami karakteristik gejala yang timbul pada pasien.

Baca: Imunisasi Campak di Kudus Tahun Ini Ditarget 98 Persen

”Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan atau pilek dan atau konjungtivitis (mata merah akibat peradangan) yang dapat berujung pada komplikasi berupa pneumonia, diare, meningitis,” katanya.

Ia mengatakan kasus saat ini meningkat sebesar 32 kali lipat dikarenakan cakupan imunisasi campak sepanjang kurun 2020 – 2022 tidak sesuai target.

Salah satu faktornya, kata dia, sebab fokus layanan kesehatan sepanjang pandemi Covid-19 fokus pada upaya pengendalian SARS-Cov-2 penyebab Covid-19.

Baca: Imunisasi Campak-Rubella di Jepara Ditarget Sasar Ratusan Ribu Anak 

Berdasarkan laporan Kemenkes, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi mengalami penurunan peserta pada angka 84 persen dari target imunisasi sebanyak 92 persen.

”Imunisasi campak diberikan bersamaan dengan vaksin rubella dalam satu paket vaksin Campak-Rubella sebanyak tiga kali suntikan, yaitu pada umur 9 bulan, 18 bulan dan pada anak setara kelas 1 SD/MI/sederajat,” tuturnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Antara

Ruangan komen telah ditutup.