Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Wow! UMKM di Kudus Tumbuh Pesat, Jumlahnya Capai 27 Ribu

Pengunjung memadati Pekan UMKM Kudus, beberapa waktu lalu. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tumbuh pesat selama tahun 2022. Di mana hingga 31 Desember 2022, jumlahnya telah mencapai angka 27.200 pelaku usaha.

Sementara di akhir 2021 lalu, jumlah pelaku usaha di Kudus hanya sebanyak 17.182 orang saja. Di mana mayoritas pelaku usaha bergerak di bidang makanan dan minuman. Sementara yang paling sedikit persentasenya adalah di bidang kerajinan tangan akrilik.

”Memang di tahun 2022 kemarin jumlah pelaku usaha meningkat pesat di Kudus, dan dimungkinkan pada 2023 ini trennya masih naik,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop UKM) Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati, Jumat (20/1/2023).

Baca: Fix! Dandangan Kudus Kembali Digelar Tahun 2023 Ini

Terkait legalitas UMKM, Rini mencatat ada sekitar 40 persen pelaku usaha yang sudah melegalkan usahanya. Sementara sisanya saat ini masih berproses dan ada juga yang belum memproses legalitasnya.

”Ini kami pacu, akan kami lakukan pendampingan untuk legalitas lengkap,” sambungnya.

Pihaknya menyadari makin banyak pelaku usaha yang membutuhkan bantuan pembinaan dan pendampingan. Oleh karena itu, dari dinas akan melakukan pemetaan guna mempermudah pendampingan.

”Nanti tetap akan kami petakan, sehingga pendampingannya mudah. Mana yang perlu dilakukan pembinaan dan mana yang perlu adaya pendampingan terlebih dahulu,” pungkas Rini.

Baca: Pekan UMKM Kudus Bakal jadi Even Tahunan

Bupati Kudus HM Hartopo memastikan pemerintah daerah akan terus mendorong para pelaku UMKM di Kudus agar bisa naik kelas.

”Namun mereka juga harus punya tekad dan target, setelah punya target mereka harus terus berinovasi agar terus maju,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.