Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Delapan Orang di Kudus Meninggal karena DBD Selama 2022

Petugas melakukan fogging di salah satu desa di Kabupaten Kudus belum lama ini. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dua tahun terakhir mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun 2022 lalu, terdapat 553 kasus dengan jumlah kematian delapan orang.

Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2021 lalu, di mana terdapat 175 kasus dan tiga di antaranya meninggal dunia.

”Paling banyak terjadi di Kecamatan Kaliwungu. Karena ada 51 kasus DBD dengan dua kasus meninggal,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Darsono, Jumat (20/1/2023).

Dia menjelaskan, peningkatan kasus DBD di karena faktor perubahan musim. Sehingga perkembangbiakan nyamuk lebih cepat.

”Terutama yang kamar mandinya jarang dikuras. Kemudian di lingkungan sekitar ada tumpukan ban bekas,” sambungnya.

Baca: Di Kudus Tes DBD Hasilnya Bisa Keluar 20 Menit

Darsono melanjutkan, masyarakat harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Yakni dengan cara melaksanakan 3M plus.

”Plusnya menggunakan serbuk abate. Abate ini gratis tinggal minta ke puskesmas. Manfaatnya dapat membunuh jentik nyamuk selama tiga bulan,” terangnya.

Dia menjelaskan, penggunaan fogging juga tidak disarankan. Alasannya karena tidak efektif.

”Jentik nyamuk tidak akan mati hanya dengan fogging, karena hanya membunuh nyamuk dewasa,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.