Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jumlah Pekerja Rokok di Kudus Naik jadi Seratus Ribu Lebih

 

Pekerja rokok di PT Nicoroma Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Jumlah pekerja rokok di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada awal tahun 2023 ini mengalami kenaikan yang cukup banyak. Angkanya kini berada di kisaran seratus ribu lebih.

Sementara pada akhir tahun 2022, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop UKM) Kudus mencatat jumlah pekerja rokok ada 98 ribu pekerja.

Kepala Disnaker Perinkop UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengungkapkan, mulai naiknya jumlah pekerja rokok di Kudus karena banyak perusahaan rokok menambah sumber daya manusia (SDM) di bidang produksi.

Untuk saat ini ada sebanyak 89 perusahaan rokok yang terdaftar di Kantor Bea Cukai Kabupaten Kudus.

”Pada awal tahun ini banyak yang membuka lowongan produksi. Makanya hampir 60 persen lebih dari seratus ribuan pekerja rokok itu didominasi perempuan,” kata Rini, Jumat (20/1/2023).

Salah satu perusahaan rokok yang mulai menambah SDM produksi adalah di PT Nicorama Citra Tobacco.

Baca: Keren! Warga Padurenan Kudus Produksi Rokok Herbal Berbahan Dasar Daun Talas

Grup Leader (GL) HRD & GA PT Nicorama Citra Tobacco Erri Tri Hariyanto mengungkapkan, perusahaan tersebut telah membuka perekrutan sejak September 2022 lalu. Pelaksanaannya pun dilakukan secara bertahap.

Alasannya, adalah memang karena produksi rokok di perusahaan itu mengalami peningkatan hingga 300 persen.

”Karena ada peningkatan dari sisi produksi maka kami membuka lowongan, itu juga kami lakukan untuk mengisi kekosongan yang sudah purna,” ucapnya.

Baca: Sepekan, Bea Cukai Kudus Gagalkan Tiga Kali Penyelundupan Rokok Ilegal

Untuk saat ini jumlah karyawan sigaret kretek tangan di PT Nicorama Citra Tobacco ada sebanyak 1.470 pekerja. Sedangkan total pekerja keseluruhan termasuk sigaret kretek mesin (SKM) ada sekitar 1.738 pekerja.

Pihaknya masih berencana membuka lowongan kembali karena masih ada bagian yang belum terisi.

”Kebutuhan pekerja untuk borong contong ada 75 orang, dan baru terealisasi 37 orang. Sedangkan untuk borong giling membutuhkan 75 orang, dan belum terpenuhi semua,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.