Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Fakta Penting Seputar Impotensi yang Penting Diketahui para Pria

Ini Fakta Penting Seputar Impotensi yang Penting Diketahui para Pria

Foto: Ilustrasi (Darko Djurin dari Pixabay)

Murianews, Kudus – Impotensi adalah salah satu gangguan seksual yang dialami kaum pria. Mereka yang mengalami masalah ini banyak yang merasa minder bahkan bisa frustasi.

Jika dibiarkan berlarut, masalah ini tentunya bisa bikin keharmonisan rumah tangga menjadi terganggu. Untuk itu, penting mengetahui informasi terkait dengan masalah impotensi sehingga bisa melakukan upaya pencegahan dan mendapat solusinya.

Selama ini, masih banyak pria yang belum mengetahui dengan tepat apa itu impotensi. Bahkan, untuk membicarakan masalah ini, mereka merasa enggan dan minder.

Baca juga: Durasi Pria Ejakulasi secara Normal Berapa Lama, ya? Ini Penjelasannya

Melansir dari Halodoc, Kamis (19/1/2023), memiliki pemahaman yang benar mengenai impotensi tidak hanya bisa menghilangkan rasa stres dan malu saja. Namun, kamu juga bisa mencari tahu penyebabnya dan mendapatkan perawatan yang tepat.

Fakta Mengenai Impotensi yang Perlu Diketahui

Impotensi atau disfungsi ereksi sudah diketahui sebagai kondisi ketika seorang pria kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi. Namun, bukan hanya itu saja, masih ada beberapa fakta penting mengenai impotensi yang perlu diketahui para pria:

1. Bukan hanya tidak bisa ereksi

Impotensi bukan hanya ketidakmampuan untuk ereksi, meskipun itu adalah ciri khas dari kondisi tersebut. Faktanya, ada beberapa tingkat impotensi yang memengaruhi kemampuan untuk ereksi atau mempertahankannya, yaitu:

  • Kadang-kadang bisa ereksi, tapi tidak setiap kali ingin berhubungan seks.
  • Bisa ereksi, tetapi tidak bertahan cukup lama untuk memuaskan hasrat seksual.
  • Tidak bisa ereksi kapan saja.

2. Impotensi adalah masalah yang umum

Tidak perlu malu karena mengidap impotensi, faktanya kamu tidak sendirian. Kebanyakan pria kadang-kadang memiliki masalah dengan ereksi. Di Amerika Serikat, sebanyak 30 juta pria mengalami impotensi dan sekitar 50 persen pria berusia di atas 40 tahun mengalaminya. Pada usia 75, disfungsi seksual tersebut mempengaruhi hampir 1 dari 2 pria.

3. Bukan masalah usia

Meskipun kejadian impotensi cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, masalah seksual tersebut bukanlah bagian dari penuaan yang tidak terhindarkan. Disfungsi ereksi biasanya lebih disebabkan oleh kondisi kesehatan dan gaya hidup.

Faktanya, pria berusia muda juga tidak kebal terhadap impotensi. Penelitian telah menunjukkan bahwa masalah ereksi memengaruhi 25 persen pria di bawah 40 tahun, tetapi hanya 5 persen yang mengalami impotensi total.

4. Kebanyakan impotensi disebabkan oleh kondisi fisik

Memang benar bahwa masalah psikologis dan emosional bisa menyebabkan disfungsi seksual. Contohnya, stres, kecemasan dan depresi. Namun, sebagian besar kasus ini disebabkan oleh penyebab fisik, yaitu yang memengaruhi aliran darah atau suplai saraf ke penis.

Kondisi medis kronis yang menjadi penyebab utama impotensi, antara lain diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan pengerasan pembuluh darah. Kemungkinan penyebab lainnya, yaitu cedera tulang belakang, operasi prostat atau kandung kemih, dan obat-obatan tertentu.

5. Gaya hidup juga berpengaruh

Gaya hidup kamu sehari-hari juga memiliki dampak yang besar pada kesehatan, termasuk kesehatan seksual. Kebiasaan seperti merokok dan minum alkohol secara berlebihan sudah dikaitkan dengan gangguan alat vital ini. Selain itu, obesitas juga sering kali menyebabkan masalah ereksi. Kabar baiknya, kamu bisa mengubah gaya hidup kamu menjadi lebih sehat untuk mengatasi impotensi.

6. Impotensi berbeda dengan penurunan gairah seksual

Banyak pria mengira bahwa impotensi disebabkan oleh penurunan gairah seksual. Padahal gairah seksual yang rendah memang bisa memengaruhi performa seks, tapi tidak sampai pada keadaan impotensi.

Perlu diketahui bahwa ereksi terutama bergantung pada dua hal, yaitu suplai saraf dan aliran darah. Begitu rangsangan sensorik atau mental dimulai, saraf di area tersebut akan mengontrol otot yang memungkinkan darah mengalir ke penis. Hal itulah yang menyebabkan ereksi.

Jadi, bila kamu merasa bahwa kehidupan seks kamu tidak bergairah seperti dulu dan kamu mulai kehilangan minat, ini mungkin bukan kasus impotensi, melainkan ketidakpuasan seksual atau rendahnya hormon testosteron.

Itulah fakta-fakta mengenai impotensi yang perlu diketahui pria. Bila kamu memiliki kondisi medis yang bisa memicu terjadinya kondisi tersebut, seperti hipertensi, kamu bisa berbicara pada dokter mengenai pengobatan yang bisa dilakukan.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.