Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Hastomo Arbi Pensiun Sebagai Pelatih

Hastomo Arbi

Hastomo Arbi pensiun sebagai pelatih. Legenda Badminton Indonesia ini berhenti berkecimpung dalam dunia bulutangkis. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Hastomo Arbi pensiun sebagai pelatih di PB Djarum. Legenda Bulutangkis Indonesia ini sudah melatih di PB Djarum sejak 1977. Pengabdiannya untuk bulutangkis berakhir pada 2022.

Hastomo Arbi merupakan legenda bulutangkis Indonesia yang berkiprah pada era 80-an. Pemain tunggal putra ini lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 5 Agustus 1958.

Hastomo Arbi berasal dari keluarga atlet bulutangkis. Dua adiknya, Eddy Hartono dan Hariyanto Arbi juga merupakan legenda-legenda bulutangkis Indonesia.

Deretan prestasi pernah disabet Hastomo, seperti medali emas SEA Games 1979, medali emas PON 1981, juara Taipei Terbuka 1982, juara Piala Thomas 1984, runner-up Indonesia terbuka 1984, dan lainnya.

Ketua PBSI Kudus, Yuni Kartika mengatakan, Hastomo Arbi merupakan figur yang sabar dalam melatih. Menurut Yuni, peraih juara Piala Thomas 1984 itu sosok yang senang “ngemong” atlet.

“Makanya coach Hastomo diminta melatih atlet yang usianya paling bawah di U-11 dan U-13. Karena coach Hastomo punya basic yang bagus,” katanya, Kamis (19/1/2023).

Yuni Kartika yang juga merupakan mantan pebulutangkis nasional menambahkan, Hastomo memiliki insting yang tajam. Bahkan dia menyebut Hastomo sosok yang fenomenal.

BACA JUGA: 15 Legenda Bulutangkis Terlibat di Audisi Umum PB Djarum 2022

“Saya sebut dia fenomenal karena posturnya tidak tinggi, bukan tipikal pemain cepat, tetapi sosok yang ulet,” sambungnya.

Yuni menambahkan, seorang atlet putra dengan tipikal ulet tergolong jarang. Karakter pekerja keras, disiplin, ulet, dan konsisten juga dimiliki sosok Hastomo Arbi.

Kebugaran Hastomo Arbi juga disebutnya masih bagus hingga saat ini. Angka VO2 max peraih medali Sea Games 1979 itu juga masih bagus di usianya yang sudah tidak lagi muda.

“Kalau saya kemarin sempat ngobrol supaya tetap main-main ke GOR untuk memberikan motivasi ke anak-anak daripada tidak ngapa-ngapain,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi Santoso

Ruangan komen telah ditutup.