Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Soal Seleksi Perangkat Desa, Bupati Kudus: Jangan Ngisin-ngisini

Audiensi panitia desa dan sejumlah perguruan tinggi di Pemkab Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Bupati  Kudus HM Hartopo menekankan seleksi pengisian perangkat desa di 90 desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk tidak ditunda lagi. Panitia pemilihan diminta untuk kerja cepat.

”Jangan ngisin-ngisini (jangan membuat malu). Kali ini harus benar-benar dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu,” kata Hartopo usai membuka audiensi panitia pemilihan desa dan universitas di Lantai 4 Gedung Setda Kudus, Kamis (19/1/2023).

Hartopo mengakui diundurnya seleksi perangkat desa dari 13 Desember 2022 ke 14 Febuari 2023 ini adalah karena persiapan yang kurang. Namun pada kesempatan kali ini dia yakin persiapan dan perhitungannya sudah sangat matang.

Sehingga pelaksanaannya bisa dilaksanakan tepat waktu. ”Kemarin kan sarana prasarananya yang kurang, nah ini saya kira sudah dipetakan dengan baik. Pokoknya setelah ini harus star dan jalan yang kencang,” ujarnya.

Hartopo pun meminta semua panitia pemilihan untuk berhati-hati dalam melaksanakan seleksi. Hal-hal yang dinilai melanggar regulasi dan aturan yang berlaku diminta untuk tidak dilakukan.

”Pelaksanaan tes ini kan jadi sorotan, jadi hati-hati, jangan sampai melanggar aturan dan bisa merugikan diri sendiri,” ungkap Hartopo.

Baca: Seleksi Perangkat Desa di Kudus: Delapan Perguruan Tinggi Digandeng

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono mengungkapkan, pihaknya telah mengevaluasi penyebab tertundanya seleksi perades kemarin.

Saat ini, dia yakin jumlah perguruan tinggi yang saat ini bekerja sama dengan Pemkab Kudus bisa mencukupi kuota pelaksanaan seleksi perangkat desa berbasis komputer itu.

Pemkab, lanjutnya, akan bekerja sama dengan delapan perguruan tinggi. Yakni Universitas Jendral Sudirman (Unsoed), Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag), Universitas Stiekubank (Unisbank), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Universitas Diponegoro (Undip).

Kemudian Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Padjajaran (Undpad) dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). ”Kami yakin kali ini akan bisa terakomodir semua,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.