Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Serunya Adu Balap Lumpur di Jepara

Serunya Adu Balap Lumpur di Jepara

Salah satu even balap lumpur di Desa Kepuk Jepara beberapa waktu lalu. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Jepara – Even balap lumpur di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali digelar. Balapan motor cukup ekstrem itu kini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Jepara.

Balap lumpur di Jepara memang kerap digelar pada musim penghujan. Pada musim ini saja, sedikitnya ada tiga even yang digelar di Desa Tubanan Kecamatan Kembang, Desa Kepuk dan Guyangan Kecamatan Bangsri.

Saat ini even yang masih berjalan yaitu di Desa Guyangan. Tepatnya di Guyangan Plasan, RT 1 RW 2. Salah satu panitia, M Zuhri menyampaikan, puncak even balap lumpur itu digelar pada 18-19 Februari 2023.

’’Saat ini, setiap Jumat dan Minggu ada latihan rutin,’’ kata Zuhri, Kamis (19/1/2023).

Baca: Anggaran Promosi Mebel Jepara Dinilai Minim

Zuhri menyebut, panjang sirkuit itu mencapai 200 meter dengan desain berkelok. Lokasinya di area persawahan warga.

Even balap lumpur itu, kata dia, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Jepara. Pada sesi latihan saja lebih dari 20 rider yang bergabung.

’’Saya yakin yang daftar even Februari nanti jauh lebih banyak dari yang sudah-sudah,’’ ujar Zuhri.

Balap lumpur memicu adrenalin tersendiri bagi para pembalap. Zuhri mengatakan, medan sirkuit yang dibuat semenarik mungkin. Tujuannya untuk memacu para pembalap menunjukkan kelihaiannya mengendarai roda dua di jalur berlumpur.

Namun, dalam balap lumpur itu tidak sembarang orang bisa ikut. Peserta harus melalui skrining yang ditetapkan panitia.

Zuhri menjelaskan, peserta wajib memakai sepatu dan helm. Selain itu, motor juga harus dipastikan tidak ada bagian yang membahayakan. Seperti besi yang lancip harus dibuang atau dibungkus dengan karet.

’’Soal safety (keamanan, red) jadi prioritas. Jadi tidak asal bisa ikut balap lumpur ini,’’ tegas Zuhri.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.