Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Lebih dari 1, Korban Pencabulan Penjaga Sekolah di Semarang Diduga 4 Orang

Ilustrasi (Pixabay)

Murianews, Semarang – Polrestabes Semarang mengungkapkan korban pencabulan penjaga sekolah berinisial IS (44) tak hanya satu orang. Berdasarkan keterangan pelaku, korban pencabulan di SD tempatnya bekerja mencapai empat orang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar, mengatakan keempat korban semuanya masih berstatus anak di bawah umur dan berstatus siswi SD. Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkait adanya korban lain.

Baca: Bejat! Penjaga Sekolah di Semarang Tega Cabuli Siswi SD

”Saat ini (pengakuan pelaku) ada empat orang, semuanya masih SD,” katanya seperti dikutip Antara.

Kapolrestabes menyebutkan untuk melancarkan aksinya, pelaku mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang saat melancarkan aksinya.

Saat ini, selain menggali informasi dari pelaku, pihaknya juga mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti, penyidik juga melakukan visum terhadap korban.

Atas perbuatannya, pelaku pencabulan asal Kota Semarang itu dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

”Terhadap pelaku akan dilakukan tindakan hukum yang tegas tanpa mengesampingkan kepentingan para korban,” kata Kombes Polisi Irwan Anwar.

Baca: Tambah 1 Lagi, Korban Guru Rebana Cabul di Batang Jadi 22 Orang

Sebelumnya, Seorang penjaga sekolah berinisial IS ditangkap Polrestabes Semarang, Rabu (18/1/2023). Penjaga sekolah berusia 44 tahun itu diduga tega mencabuli bocah SD tempatnya bekerja.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan, kasus pencabulan tersebut terjadi di Kecamatan Gajah Mungkur. Kasus tersebut terbongkar setelah orang tua korban melapor ke Mapolrestabes Semarang.

”Jadi awalnya orang tua korban ini mendapat cerita kalau anaknya mengalami perbuatan cabul oleh pelaku,” katanya.

Berbekal informasi tersebut, orang tua tersebut akhirnya mengonfirmasi ke anaknya yang menjadi korban. Setelah mendapat cerita sang anak, orang tua korban akhirnya melapor ke polisi.

”Setelah mendapat laporan, Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang melakukan penangkapan Rabu tanggal 18 Januari 2023 sekira pukul 14.00 WIB kemarin,” tambahnya

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Antara

Ruangan komen telah ditutup.