Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Luhut: Kita Tidak Mau Melihat Ada OTT Lagi ke Depan

Luhut Kita Tidak Mau Melihat Ada OTT Lagi ke Depan

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Murianews, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (menko Maves) Luhut Binsar Pandjaitan kembali menyinggung tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dinilainya merusak martabat negara.

Karena itu, Luhut tidak ingin ke depan ada OTT lagi. Sehingga pihaknya telah melakukan upaya digitalisasi untuk memperkecil celah korupsi.

”Jadi dengan itu kita lakukan digitalisasi, kita akan mengurangi korupsi. Dan kita tidak mau melihat ada OTT ke depan. Kenapa? Negara yang bermartabat tentu punya ekosistem yang baik,” ujar Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah, mengutip Kompas.com, Kamis (19/1/2023).

Baca: Luhut Bilang OTT Tidak Baik Bagi Negara, KPK Buka Suara

Luhut juga menyinggung pernyataannya tentang OTT beberapa waktu lalu. Dia tidak ingin melihat lagi adanya OTT bukan bermaksud untuk memperlancar praktik korupsi. Tapi, lanjutnya, ia tidak ingin negara hebat seperti Indonesia yang penuh puja puji masih ada banyak OTT.

”Jadi jangan salah mengerti kalau pemerintah atau kami tidak ingin melihat OTT bukan karena itu, kami tidak ingin negara yang begitu hebat dipuja-puji orang masih ada OTT karena ekosistem kita tidak bagus,” tutur dia.

Menurutnya, dengan adanya digitalisasi di semua layanan termasuk internal pemerintahan, akan mengurangi tingkat korupsi di Indonesia. Ia pun meminta kepala daerah terus memperbaiki layanan pemerintahannya.

Baca: KPK Sering Lakukan OTT, Luhut: Nggak Bagus Bagi Negara

”Pemerintah daerah harus terus memperbaiki layanan pemerintahannya, salah satunya melalui digitalisasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kemungkinan korupsi. Dan ini harus kita lakukan, kita harus melawan OTT supaya kita menjadi negara yang bermartabat,” jelas dia.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Ruangan komen telah ditutup.