Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Seleksi Perangkat Desa di Kudus: Delapan Perguruan Tinggi Digandeng

Ilustrasi. (MURIANEWS)

Murianews, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, akan bekerja sama dengan delapan perguruan tinggi untuk pelaksanaan seleksi tes berbasis computer atau CAT, dalam seleksi perangkat desa di 90 desa di Kota Kretek.

Delapan perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Jendral Sudirman (Unsoed), Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag), Universitas Stiekubank (Unisbank), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Universitas Diponegoro (Undip).

Kemudian ada juga Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Padjajaran (Undpad), dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Perguruan-perguruan tinggi itu dijadwalkan akan memaparkan kemampuan dalam penyelenggaraan CAT kepada 90 desa penyelenggara seleksi perangkat desa, Kamis (19/1/2023) hari ini.

”Ini nanti paparan, biar tidak ada kesalahan komunikasi lagi seperti kemarin dan akhirnya mundur,” ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus Adi Sadhono, Kamis (19/1/2023).

Baca: Terima Suap Seleksi Perangkat Desa, Dua Dosen UIN Semarang Dipenjara Setahun

Usai adanya pemaparan kapasitas uji, panitia seleksi di desa kemudian diharapkan bisa memilih satu perguruan tinggi dan menyelesaikan perjanjian kerja sama (PKS) dengan perguruan tinggi pilihannya di awal Febuari 2023 mendatang.

Dengan begitu, proses seleksi yang dijadwalkan pada 14 Febuari 2023 bisa berlangsung. ”Semoga kali ini bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkab Kudus, menunda pelaksanaan tes seleksi perangkat desa. Jadwal tes yang semula akan berlangsung di 13 Desember 2022, digeser menjadi tanggal 14 Febuari 2023 mendatang.

Alasan diundurnya tes seleksi tersebut adalah karena belum beresnya sejumlah kesiapan teknis. Baik dari segi perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai pelaksana tes seleksi hingga kesiapan dari desa.

Saat itu, baru ada 20 desa dari 90 desa di Kabupaten Kudus yang sudah membuat perjanjian kerja sama dengan perguruan tinggi. Hal inilah yang kemudian membuat pemerintah daerah melakukan penundaan tes seleksi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.