Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

Bantuan KJS Naik jadi Rp 4,4 Juta, Cair untuk 12.764 Warga Jateng

Ilustrasi: Warga menunjukkan Kartu Jateng Sejahtera (KJS). (Murianews/Istimewa)

Murianews, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali melanjutkan program Kartu Jateng Sejahtera (KJS) pada tahun 2023. Bahkan nominal bantuan yang akan disalurkan kepada warga miskin di Jateng ini akan naik dari Rp 3 juta per tahun menjadi Rp 4,4 juta.

Jumlah warga miskin yang akan mendapatkan bantuan program KJS ini sebanyak 12.764 fakir miskin.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo mengatakan, sejak di-launching Ganjar pada 2017 program KJS berjalan baik. Bahkan saat pandemi Covid-19 melanda, program tersebut masih terus dilaksanakan.

Sejak pertama kali diluncurkan, masing-masing penerima mendapat bantuan sebesar Rp 3 juta per tahun dengan pencairan bertahap tiap tiga bulan sekali. Tiap pencairan, penerima manfaat bakal menerima bantuan sebesar Rp 750 ribu.

”Besaran bantuan KJS dinaikkan pada 2023 tahun ini. Besaran bantuan yang akan diterima sebesar Rp 4,4 juta,” katanya, Rabu (18/1/2023).

Sumber anggaran Program Bantuan Jaminan Sosial (Banjamsos) Kartu Jateng Sejahtera (KJS) bersumber dari APBD Jawa Tengah pada DPA Dinas Sosial setempat.

Baca: Strategi Ganjar Entaskan Kemiskinan lewat UMKM Dinilai Jitu

Ia menyebut, kuota penerima ditetapkan masih sama yakni sebanyak 12.764 penerima. Meski demikian, data penerima bisa berubah atau diganti.

”Misalnya ada yang meninggal, menerima perlindungan sosial dari pemerintah pusat, atau sudah mampu atau produktif,” terang Harso.

Program KJS ini juga disebut salah satu solusi penanganan kemiskinan di Jawa Tengah. KJS menyasar fakir miskin tidak produktif yang belum mendapatkan program perlindungan sosial dari pemerintah pusat.

Di antaranya penyandang disabilitas (mental retardasi, psikotik dan eks psikotik, dissabilitas fisik berat, disabilitas mental). Selain itu, juga berpenyakit kronis, antara lain tuberculosis (TBC), stroke, kanker atau tumor ganas, gagal ginjal dan paru-paru flek.

Baca: Wagub Jateng Ajak Pelajar Muhammadiyah Kampanyekan Jo Kawin Bocah

Salah seorang penerima bantuan KJS, Rumyati, warga Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Pemalang mengaku senang dengan adanya bantuan sosial tunai melalui KJS tersebut. Sehari-hari, Rumyati hidup di rumah berdinding papan kayu dengan keterbatasan penglihatan, mata sebelah kiri tidak berfungsi normal.

Rumyati telah menerima KJS sejak setahun lalu. Uang yang diterimanya tiga bulan sekali itu dimanfaatkan untuk berobat dan biaya makan sehari-hari.

”Uangnya untuk beli obat jika sedang kumat. Sisanya untuk makan. Alhamdulillah dapat bantuan, dulu-dulu tidak pernah dapat bantuan, baru kali ini (KJS),” tandasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.