Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gus Yasin: Semangat Belajar KHR Asnawi Patut Diteladani

Gus Yasin memberi sambutan dalam pengajian umum Haul ke 65 KHR Asnawi di Kudus. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Kudus – Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin mengingatkan untuk meneladani semangat belajar dari KHR Asnawi. Pada usia 30 tahun, ulama besar dari Kudus itu masih semangat menimba ilmu dan berkarya.

Oleh karena itulah generasi saat ini perlu meneladani kegigihan KHR Asnawi dalam menimba ilmu dan dan terus berkarya. Itu dikatakan Gus Yasin dalam Pengajian Umum Haul ke-65 KHR Asnawi di Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin, Kerjasan, Kudus, Rabu (18/1/2023) malam.

”Generasi muda perlu meneladani kegigihan KHR Asnawi dalam belajar dan terus berkarya,” tuturnya.

Tak hanya itu, dengan banyaknya kesibukan KHR Asnawi saat itu, ia tetap taat dalam menjalankan salat lima waktu secara berjemaah. Gus Yasin pun mengajak umat Islam terus berbenah diri memperbaiki salat dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

”Padahal, keadaan KHR Asnawi dulu lebih susah dibandingkan kita semua. Tapi bisa menjaga salat lima waktu berjemaah. Mari kita teladani istikamah beliau dalam beribadah,” pungkasnya.

Baca: Bupati Kudus Kagumi Perjuangan KHR Asnawi

Bupati Kudus HM Hartopo mengaku sangat mengagumi perjuangan KHR Asnawi. Bahkan ia mengajak seluruh semua elemen masyarakat Kudus, Jawa Tengah, untuk meneladani perjuangan KHR Asnawi baik semangat nasionalismenya hingga saat membesarkan Islam dan Nahdatul Ulama (NU).

”Semangat KHR Asnawi untuk mengembangkan NU dan syiar Islam terus membara. Bahkan warisan itu masih kita rasakan saat ini lewat Madrasah Qudsiyyah dan Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin di Kudus ini,” katanya.

Baca: Ribuan Santri Qudsiyyah Kudus Khataman Serentak di Makam KHR Asnawi

Dalam pengajian itu, sejumlah tokoh turut hadir. Di antaranya Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Habib Umar al-Muthohhar dari Semarang, Rois Tanfidziah PWNU Jateng KH Muzamil, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.