Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kerugian Banjir di Grobogan Capai Rp 6 Miliar

Kerugian Banjir di Grobogan Capai Rp 63 Miliar | MURIANEWS

Banjir di Desa Kronggen, Brati, Grobogan, Jawa Tengah awal Januari 2023. (Murianews/Saiful Anwar)

Murianews, Grobogan – Kerugian akibat banjir yang merendam sejumlah tempat di Kabupaten Grobogan mencapai Rp 6,3 miliar. Pertanian jadi sektor yang mengalami kerugian paling tinggi.

Berdasarkan data BPBD Grobogan, sawah yang mengalami puso di Kecamatan Tawangharjo yakni 60 hektare, Godong (140 hektare), Klambu (146 hektare), Brati (267 hektare), Purwodadi (176 hektare), Grobogan (185 hektare), dan Geyer (91 hektare).

Selain pertanian, kerugian materiil juga meliputi rumah, jalan, jembatan, dan talud yang rusak akibat diterjang banjir. Kerusakan terjadi di Kecamatan Grobogan, Brati, dan Kradenan.

Kemudian, sektor pendidikan juga mengalami kerugian, terutama di Kecamatan Brati. Selanjutnya, sektor peternakan, sejumlah peternak kehilangan ternaknya akibat hanyut atau mati karena banjir.

Baca: Jalan Rusak di Jantung Kota Purwodadi Grobogan Dikeluhkan

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih menyatakan butuh beberapa hal untuk mengatasi banjir. Antara lain, yakni diperlukan luasan tampungan air yang cukup mengalirkan air pada musim hujan.

’’Selama luasan area bisa menampung debit air yang mengalir dan bisa lancar alirannya, maka akan meminimalisir terjadinya banjir,’’ ujar Endang, Rabu (18/1/2023).

Menurutnya, luasan area sungai tidak cukup menampung air karena terjadi pendangkalan akibat sedimentasi. Selain itu, tanggul juga perlu diperkuat agar tidak jebol dan terus mampu menahan derasnya arus.

Diketahui, bencana banjir menerjang Kabupaten Grobogan dari 31 Desember 2022 hingga pekan kedua Januari 2023. Banjir akibat luapan Sungai Lusi dan anakannya, lantaran curah hujan yang tinggi.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.