Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemilik Sawah Puso di Kudus Bakal Diberi Benih Jika Asuransi Tak Cair

Lahan pertanian padi di Kudus yang puso. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akan mengupayakan bantuan benih padi untuk para petani terdampak banjir di Kota Kretek. Utamanya, petani yang sawahnya tidak mendapat klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Masing-masing petani, rencananya akan mendapatkan bantuan benih sebesar 25 kilogram untuk kepemilikan satu hektare sawah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispertan Kabupaten Kudus, Dewi Masitoh mengungkapkan, selain yang tidak mendapat klaim, petani yang tidak lolos klaim juga diupayakan tetap mendapat bantuan benih.

”Begitu pula yang tidak lolos klaim asuransi, akan kami usahakan bisa mendapat bantuan benih, jumlahnya juga sama 25 kilo per hektare,” katanya, Rabu (18/1/2023).

Baca: 407 Hektare Sawah Puso di Kudus Diusulkan Peroleh Asuransi

Pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan ini ke Dirjen Tanaman Pangan RI. Harapannya, sebelum masa tanam (MT) II dimulai bantuan benih bisa didapatkan. ”Jadi kami harapkan para petani tidak usah khawatir,” ujarnya.

Di Kabupaten Kudus sendiri, ada sebanyak 407 hektare sawah yang terdaftar asuransi pada PT Jasindo. Sebanyak 101 hektare di antaranya telah dinyatakan lolos klaim asuransi Rp 6 juta per hektare.

Sebelum dinyatakan lolos, lahan yang terendam banjir akan didaftarkan melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP). Selanjutnya tim akan melakukan pengecekan lapangan guna memastikan 75 persen lahan yang dimiliki petani dipastikan benar-benar puso.

Lahan petani sendiri tidak boleh lebih dari dua hektare agar bisa mendapatkan klaim asuransi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.